• News

  • Bisnis

Sentimen Negatif Perang Dagang Masih Kuat, Rupiah Ditutup Melemah

Ilustrasi uang Rupiah dan US Dollar.
Istimewa
Ilustrasi uang Rupiah dan US Dollar.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore, ditutup melemah karena dibayangi sentimen perang dagang AS-Tiongkok. Rupiah melemah 4 poin atau 0,03 persen menjadi Rp14.259/US$ dari sebelumnya Rp14.255/US$.

"Bisa jadi, dalam waktu dekat perang dagang kedua negara akan kembali tereskalasi dan membuat laju perekonomian kedua negara, berikut dunia, mengalami yang namanya 'hard landing'," kata Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Rabu (28/8/2019).

Tiongkok telah membantah klaim dari Trump dengan menegaskan bahwa perbincangan melalui sambungan telepon yang dibangga-banggakan oleh Trump tidak pernah terjadi. Pemerintah Tiongkok justru mengungkapkan kekecewaannya terhadap keputusan AS yang kembali menetapkan bea masuk yang lebih tinggi bagi importasi produk asal negaranya. Menurut Beijing, langkah AS tersebut sama sekali tak konstruktif.

Sementara, menurut Ibrahim, eskalasi perang dagang ini bisa membawa perekonomian AS jatuh ke jurang resesi.

"Berbicara mengenai resesi, kita masuk ke sentimen ketiga yang harus dicermati pelaku pasar. Dalam beberapa waktu terakhir, yield obligasi AS tenor 2 tahun sempat beberapa kali bergerak melampaui yield obligasi AS tenor 10 tahun," ujarnya, seperti dilansir Antara.

Fenomena tersebut disebut sebagai inversi. Inversi merupakan sebuah fenomena di mana imbal hasil (yield) obligasi tenor pendek berada di posisi yang lebih tinggi dibandingkan tenor panjang.

Padahal dalam kondisi normal, "yield" tenor panjang akan lebih tinggi karena memegang obligasi tenor panjang pastilah lebih berisiko ketimbang tenor pendek.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah Rp14.258/US$. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.255/US$ hingga Rp14.269/US$.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu ini menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp14.263/US$ dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.235/US$.

Editor : Irawan.H.P