• News

  • Bisnis

AS dan Tiongkok Mulai Terapkan Tarif Tambahan, Ketegangan Meningkat

Ilustrasi perang dagang AS-Tiongkok.
Fair Observer
Ilustrasi perang dagang AS-Tiongkok.

BEIJING, NETRALNEWS.COM - Pemerintah Tiongkok dan Amerika Serikat pada Minggu mulai saling menerapkan tarif-tarif tambahan terhadap komoditas masing-masing.

Penerapan itu merupakan peningkatan ketegangan terbaru dalam perang dagang antara kedua negara kendati pembicaraan di antara mereka kemungkinan akan dimulai lagi bulan ini.

Putaran baru tarif AS terhadap beberapa barang Tiongkok dan tarif Tiongkok terhadap barang-barang AS dijadwalkan mulai berlaku pada Minggu pukul 04.01 GMT (11.01 WIB).

Pemerintah Trump mulai menerapkan tarif 15% terhadap impor barang dari Tiongkok senilai lebih dari US$125 miliar (sekitar Rp1,7 kuadriliun), termasuk pada pengeras suara canggih, pengeras suara praktis bluetooth dan banyak jenis alas kaki.

Sebagai balasan, Beijing mengenakan tarif 5% atas minyak mentah AS mulai 1 September. Inilah pertama kalinya minyak AS dikenai tarif sejak kedua negara perekonomian terbesar dunia itu mulai melancarkan perang dagang lebih dari satu tahun lalu.

Presiden AS Donald Trump bulan lalu mengatakan, ia akan meningkatkan tarif 5% senilai US$550 miliar (sekitar Rp7,8 kuadriliun) atas impor barang-barang dari Tiongkoksetelah Beijing mengumumkan tarif pembalasannya terhadap barang-barang AS.

Tarif 15% oleh AS atas telepon seluler, komputer jinjing, mainan dan pakaian akan mulai berlaku pada 15 Desember.

Tim-tim perunding dagang dari Tiongkok dan Amerika Serikat melanjutkan pembicaraan dan akan bertemu pada September. Namun, peningkatan tarif atas barang-barang Tiongkok akan mulai diterapkan pada Minggu dan tidak akan ditunda, kata Trump pada Jumat (30/8) dalam laporan Reuters yang dikutip Antara, Minggu ini.

Editor : Irawan.H.P