• News

  • Peristiwa

Audisi Djarum Pamit, Ini Rekomendasi KPAI

Sitti Hikmawatty
Netralnews/Martina Rosa
Sitti Hikmawatty

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitti Hikmawatty menanggapi pernyataan Djarum yang akan menghentikan Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis setelah 2019.

Terkait dengan kegiatan Audisi Bulutangkis yang melibatkan anak-anak ini, maka ada beberapa rekomendasi yang KPAI sampaikan. Diantaranya, kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga diharal untuk lebih mengoptimalkan lagi upaya-upaya pencarian dan penggalian serta pembibitan prestasi olah ragawan sedini dan seoptimal mungkin khususnya pada anak-anak yang nyata-nyata memiliki bakat dan potensi yang memadai, terutama terkait juga dukungan sarana, prasarana serta manajemen pembinaan atlit.

"Kepada Kemenko PMK juga untuk mengkoordinir BUMN yang memang peduli kepada upaya penggalian anak muda yang memiliki bakat ataupun potensi, sesuai dengan keunggulan kecerdasan jamak yang mereka miliki," kata Hikma, yang tengah berada di Purwokerto Senin (9/9/2019).

KPAI juga imbau ada pemberian dukungan kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) untuk lebih optimal dalam melakukan pengawasan pada status Kota/Kabupaten yang telah menyandang predikat Kota Layak Anak (KLA) pada berbagai tingkatan. Ini perlu dilakukan agar lebih optimal lagi dari sisi seleksi maupun pemberian predikat serta upaya mempertahankan status kearah yang lebih baik dan secara lebih komprehensif.

Sesuai rekomendasi Rakor di Kemenko Polhukam pada tanggal 21 Agustus 2019, menurut KPAI, Kementerian Hukum dan HAM untuk melakukan evaluasi dalam pemberian izin kepada Yayasan-Yayasan yang memiliki nama lembaga yang mirip/sama dengan nama produk yang berbahaya termasuk produk zat adiktif, agar membedakannya dari kesamaan dengan pokok permasalahan nama produk,  termasuk brand image produk berbahaya dan zat adiktif tersebut, agar tidak membuat kebingungan publik pada kebahayaan produk tersebut.

Kepada PB Djarum, KPAI minta untuk membuktikan komitmen seperti yang kerap disampaikan, bahwa kegiatan ini adalah murni bentuk kegiatan pembibitan pencarian bakat, dan merupakan kegiatan Bakti kepada negeri yang ingin disesuaikan dan diselaraskan dengan tata aturan dan tata perundangan yang  berlaku  di Indonesia.

"Kepada para orang tua untuk lebih optimal dalam melakukan dan menyalurkan bakat bakat anak-anak, untuk itu agar lebih selektif dalam melakukan perlindungan secara menyeluruh pada anak, terutama dari bahaya eksploitasi terselubung kepada anak di segala bidang," kata dia.

Terkahir, kepada seluruh pihak direkomendasikan KPAI untuk lebih tenang dan arif dalam menyikapi informasi yang berkembang. Ini perlu dilakukan agar tidak ditumpangi oleh pihak-pihak yang mencoba memancing di air keruh dengan mejalankan praktik-praktik yang kurang elegan untuk memanaskan situasi.

"Apa yang kita lakukan ini adalah untuk kepentingan terbaik anak, untuk itu mari kita beri mereka keteladanan dengan memperlihatkan kedewasaan pikiran dan tindakan yang terbaik pada anak kita semua. Salam senyum anak Indonesia," kata Hikma.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya