• News

  • Peristiwa

11 Hari Dicari hingga Gelar Ritual Adat, Sulaiman Ternyata Telah Menjemput Ajal

Sulaiman ditemukan telah meninggal setelah 11 hari pencarian
foto: merdeka.com
Sulaiman ditemukan telah meninggal setelah 11 hari pencarian

KUPANG, NETRALNEWS.COM - Kepolisian Resor Flores Timur melaporkan bahwa Sulaiman Apang (47) nelayan yang dinyatakan hilang saat perahunya ditabrak kapal cepat Fantasi Express pada akhir Agustus lalu sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia oleh nelayan dari Desa Lamahala.

Kapolres Flores Timur, AKBP Deny Abrahams saat dihubungi dari Kupang, Rabu (11/9/2019), mengatakan korban ditemukan di wilayah Pantai Dusun II Watan Pao ketika sejumlah nelayan itu akan menebarkan pukat.

"Saat ditemukan korban sudah tak bernyawa lagi, sehingga para nelayan langsung mencari pertolongan untuk mengangkat jasad Sulaiman Apang," katanya.

Saat ini, katanya, jasad Sulaiman Apang sudah disemayamkan di rumah keluarganya di Lohayong, sebelum nanti di makamkan.

Proses pencarian terhadap Sulaiman Apang sendiri sudah dilakukan selama 11 hari sejak hari pertama hilang setelah perahunya ditabrak kapal cepat. Dalam proses pencarian tersebut kantor pencarian dan pertolongan (SAR) kelas B Maumere menerjunkan sejumlah personel untuk melakukan pencarian.

Proses pencarian sempat dilakukan selama tujuh hari penuh namun hasilnya nihil, bahkan walaupun sudah dibantu proses pencariannya oleh nelayan lain dan personel kepolisian serta TNI AL namun tetap juga nihil.  

Bahkan seperti dinukil Antara, proses ritual adat yang dilakukan oleh para tokoh adat juga tak memberikan hasil yang positif. Sehingga SAR juga akhirnya menghentikan proses pencarian tersebut pada Jumat (6/9/2019) pekan lalu. Namun, setelah 11 hari, Sulaiman ternyata ditemukan telah menjemput ajal.

Dari kasus tabrak perahu nelayan ini kemudian membuat pihak kepolisian menahan nahkoda kapal tersebut dan saat ini proses penyelidikan masih terus berjalan.

Editor : Taat Ujianto