• News

  • Lingkungan

Waspada Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan Indonesia Berikut Ini

Ilustrasi gelombang tinggi.
colossal
Ilustrasi gelombang tinggi.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi gelombang setinggi 1,25 hingga 4 meter. Ini berpeluang menjumpai beberapa perairan Indonesia dalam beberapa hari ke depan, yakni pada 11 - 13 September 2019.

Peningkatan gelombang tinggi terjadi karena terdapat pusat tekanan rendah 1004 hPa di Samudra Pasifik timur Filipina. Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya dari Tenggara – Selatan dengan kecepatan 4 - 30 knot, sedangkan di wilayah selatan Indonesia dari Timur - Tenggara dengan kecepatan 4 - 30 Knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Selatan Banten, Perairan Barat Sulawesi Selatan, Laut Maluku bagian utara, Perairan Kep. Sangihe - Kep. Talaud, Perairan Halmahera, Perairan Sorong - Raja Ampat, Perairan Merauke, Laut Arafuru bagian timur. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

Demikian disampaikan Bagian Hubungan Masyarakat dan Biro Hukum dan Organisasi BMKG, Rabu (11/9/2019).

Berdasarkan hasil pantauan BMKG, sejumlah wilayah perairan di Indonesia berpeluang mengalami gelombang tinggi dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter.

Wilayah perairan tersebut antara lain Perairan Utara Sabang, Laut Sulawesi, Perairan Sabang - Banda Aceh, Perairan Bitung – Manado, Perairan Barat Aceh, Periaran Selatan Sulawesi Utara, Perairan Selatan Flores, Laut Maluku bagian selatan, Laut Sawu, Perairan Halmahera, Selat Ombai, Laut Halmahera, Perairan P. Sawu hingga P. Rotte – Kupang, Perairan Selatan Kep. Sula hingga Kep. Banggai, Selat Karimata bagian selatan, Laut Banda, Laut Jawa.

Selain itu di Perairan Selatan Ambon, Perairan Utara P. Madura hingga Kep. Kangean, Laut Flores, Perairan Selatan Kalimantan, Perairan Utara Kep. Sermata - Kep. Tanimbar, Perairan Kotabaru, Perairan Utara Kep. Kai hingga Kep. Aru, Selat Makassar, Perairan Sorong, Perairan Balikpapan, Perairan Fak-Fak – Kaimana, Perairan Kep. Selayar - Kep. Sabalana, Perairan Agats – Amamapere, Perairan Kep. Wakatobi, Perairan Sarmi, Teluk Tolo, Teluk Cendrawasih, dan Perairan Manui – Kendari.

BMKG juga memprakirakan wilayah perairan Indonesia lain yang berpotensi mengalami gelombang yang lebih tinggi dengan kisaran antara 2,5 hingga 4 meter.

Wilayah perairan tersebut yaitu Perairan Barat P. Simeulue hingga Kep.Mentawai, Perairan Kep. Sangihe hingga Kep. Talaud, Perairan Bengkulu hingga Barat Lampung, Laut Maluku bagian utara, Samudra Hindia Barat Sumatra, Perairan Selatan Kep. Sermata hingga Kep. Tanimbar, Selat Sunda bagian selatan, Perairan Selatan Kep. Kai hingga Kep. Aru, Perairan Selatan Jawa hingga P. Sawu, Laut Arafuru, Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan, Samudra Pasifik Utara Halmahera hingga Papua.

Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Untuk itu, BMKG selalu mengimbau kepada masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di pesisir terutama nelayan yang menggunakan perahu untuk mewaspadai kecepatan angin.

Waspada kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m, Kapal Tongkang dengan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m, Kapal Ferry dengan kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m, Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar dengan kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m agar selalu waspada.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan.H.P