• News

  • Peristiwa

Mendes PDTT: Indonesia Butuh Pendidikan Vokasional untuk Bersaing di Era 4.0

Mendes PDTT  Eko Putro Sandjojo.
Kemendes
Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo mengatakan, masyarakat Indonesia membutuhkan pendidikan vokasional. Menurutnya, dengan pendidikan vokasional, masyatakat Indonesia dapat bersaing di era industri 4.0.

Terkait hal tersebut, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) memberikan pendidikan kepada pendamping desa dan kepala desa hingga ke luar negeri.

Eko juga mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan perguruan tinggi, untuk menyalurkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke desa-desa untuk membantu peningkatan SDM perdesaan.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Eko saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) Koalisi Kependudukan Indonesia di ICE BSD Tangerang, Kamis (12/9/2019).

"Semoga musyawarah nasional Koalisi Kependudukan Indonesia bisa merumuskan dan mengidentifikasikan tantangan-tantangan kita ke depan, agar prediksi Indonesia akan menjadi negara ekonomi ke 4 dunia bisa tercapai," ujar Eko.

Menurut Eko, Dana Desa juga sangat penting untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan peningkatan pertumbuhan ekonomi desa. Lima tahun terakhir, Dana Desa Rp257 Triliun telah membangun infrastruktur dengan jumlah di luar dugaan, serta memberikan pengaruh yang sangat besar.

"Ke depan, Dana Desa akan fokus pada pemberdayaan SDM dan pengembangan ekonomi desa," tegas Eko.

Pada kesempatan tersebut, Eko meminta Koalisi Penduduk Indonesia merekomendasikan kebijakan kependudukan yang mendukung percepatan SDM unggul.

Tantangan tersebut disambut Ketua Umum Koalisi Kependudukan Indonesia, Sonny Harry B Harmadi. Sonny mengatakan, Koalisi Kependudukan Indonesia siap untuk mendukung pembangunan perdesaan. Tak hanya itu, lanjutnya, Koalisi Kependudukan Indonesia juga akan membantu pemerintah menyusun strategi transmigrasi yang menurutnya butuh pembaharuan.

Menurutnya, salah satu hal strategis pada pelaksanaan Munas tersebut adalah periode bonus demografi di Indonesia yang diproyeksi lebih pendek yakni akan selesai pada tahun 2038. Di sisin lain, tidak semua provinsi mendapatkan bonus demografi. Sehingga menurutnya, strategi bangunan setiap kabupaten/kota akan berbeda.

"(Hal strategis lain) karena pemerintah tahun 2020-2024 akan memprioritaskan SDM, tagline 74 tahun kemerdekaan adalah SDM Unggul. Salah satu yang akan kita coba adalah mendorong adanya instutusi khusus yang mengelola manajemen talenta," ujar Sonny.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani