• News

  • Peristiwa

Pimpinan KPK Serahkan Mandat ke Jokowi, Fahri: Itu Sama dengan Mundur, Sayonara

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah
Nasional
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengomentari langkah pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyerahkan mandat pengelolaan lembaga antirasuah itu ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Lewat akun Twitter-nya, Fahri mengunggah potongan video pernyataan Ketua KPK Agus Rahardjo saat konferensi pers soal penyerahan mandat ke Jokowi pada Jumat (13/9/2019).

Dalam cuitannya, Fahri menilai sikap pimpinan KPK itu sama dengan menyatakan mundur. Karenanya ia mengucapkan selamat tinggal (sayonara) kepada Agus Rahardjo cs.

"Itu sama dengan mundur. Tidak ada terjemahan lain. Sayonara," tulis Fahri di akun Twitter-nya, @Fahrihamzah, Sabtu (14/9/2019).

Sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo menyatakan, KPK saat ini sedang dalam posisi dikepung dari berbagai sisi. Kondisi KPK disebutnya sangat memprihatinkan, terutama terkait revisi Undang-Undang nomor 30 tahun 2002 tentang KPK.

"Kami sangat prihatin pemberantasan korupsi semakin mencemaskan. KPK dikepung dari berbagai sisi," kata Agus saat konferensi pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (13/9/2019).

Atas kondisi ini, Agus mewakili pimpinan KPK menyerahkan tanggung jawab pemberantasan korupsi di KPK kepada Presiden Jokowi.

Oleh karena itu, setelah kami mempertimbangkan sebaik-baiknya, yang keadaannya semakin genting ini, maka kami pimpinan yang merupakan penanggung jawab tertinggi di KPK, dengan berat hati pada hari ini Jumat 13 September, kami menyerahkan tanggung jawab pengelolaan KPK kepada Bapak Presiden RI," ujar Agus.

Setelah menyatakan menyerahkan tanggung jawab, Agus menyebut jika pimpinan KPK akan menunggu tanggapan Presiden apakah mereka masih dipercaya memimpin KPK hingga akhir Desember atau tidak.

"Kami menunggu perintah, apakah kemudian kami masih dipercaya sampai bulan Desember. Kami menunggu perintah itu. Mudah-mudahan kami diajak Bapak Presiden untuk menjelaskan kegelisahan seluruh pegawai kami. Jadi demikian yang kami sampaikan semoga bapak Presiden segera mengambil langkah penyelamatan," pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani