• News

  • Nasional

Pastikan Dana Desa Tahap 3 Cair, Mendes PDTT: Jangan Kasih Kendor

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo
Humas Kemendes
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro sandjojo menyapa para Kepala Desa (Kades) dan pendamping desa. Dia juga imbau pihak tersebut memastikan Dana Desa tahap ke 3 bisa cair seluruhnya. 

Terkait pencairan Dana Desa, dia juga harap terjalin koordinasi segera apabila terjadi masalah. Misalnya saja, apabila ada indikasi penyelewengan agar segera dilaporkan ke Satgas Dana Desa.

"Laporkan segera #SatgasDanaDesa jika ada indikasi penyelewengan. Tetap semangat dan jangan kasih kendor," kata Eko, dikutip dari cuitan di akun resmi media sosial Twitternya, EkoSandjojo, Senin (16/9/2019).

Tak hanya kali ini, Eko juga telah berulang kali menegaskan agar tidak nekat dan main-main dengan Dana Desa. Menurutnya banyak pihak yang mengawasi Dana Desa, diantaranya Kepolisian, Kejaksaan, Satgas, media dan masyarakat.

"Saya sudah katakan berkali-kali, jangan nekat dan main-main dengan dana desa karena yang mengawasi banyak, Kepolisian, Kejaksaan, Satgas, media dan masyarakat disamping inspektorat dari Pemda dan Pemprov," tegas dia.

Sebelumnya Sekretaris Jendral (Sekjen) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Anwar Sanusi mengatakan, terkait Dana Desa dilakukan pengawasan yang sifatnya horizontal. 

Kata Anwar, dengan pengawasan horizontal memberikan ruang pada masyarakat yang bisa ikut mengawasi kalau mendapat informasi yang cukup. Selain itu, pengawasan horizontal juga diperkuat melalui organisasi sosial kemasyarakatan melalui masjid, gereja dan lain-lain.

Dalam rangka pengawasan Dana Desa, Kemendes PDTT juga telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) dana desa. Selain itu, telah dilakukan MoU dengan Mabes Polri dan Kemendagri, dengan membentuk Sekretariat Bersama (Sekber), kemudian MoU dengan Kejaksaan Agung. 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli