• News

  • Peristiwa

KPAI: Guru di Riau Prihatin Kegiatan Belajar Mengajar Terhambat karena Kabut Asap

Komisioner KPAI bidang pendidikan Retno Listyarti.
KPAI
Komisioner KPAI bidang pendidikan Retno Listyarti.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan Retno Listyarti mengatakan, para guru prihatin lantaran pekatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di wilayah Riau. Keadaan ini menyebabkan kegiatan belajar di sekolah dihentikan hingga kini.

Protes terhadap kabut asap yang membahayakan kesehatan disampaikan beberapa kalangan, termasuk para pendidik di Riau. Sampai ada guru yang menyampaikan keprihatinan mendalam melalui puisi berjudul Halau Jerebu.

"Jerebu dalam bahasa Melayu berarti debu, asap, atau partikel-partikel kecil yang mencemari udara sehingga langit menjadi kabur," kata Retno, Rabu (18/9/2019).

Menurut Retno, puisi tersebut bertujuan menggugah para pejabat daerah dan pusat agar menggunakan kewenangannya untuk menyelesaikan bencana asap ini.

Lebih lanjut dijelaskan, sesuai surat edaran Dinas Pendidikan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru untuk TK, SD dan SMP masuk belajar. Para siswa sudah diliburkan sejak Selasa (10/9/2019) dan Rabu (11/9/2019).Namun kondisi asap yang tak juga beranjak di langit Pekanbaru, membuat jadwal libur diperpanjang kembali.

Libur karena kabut asap ini disampaikan pihak sekolah ke seluruh para orang tua murid. Penyampaian pengumuman memperpanjang libur melalui jaringan media sosial seperti Whatsaap (WA).

Berikut ini pengumuman dari pihak sekolah ke wali murid:

"Berdasarkan hasil rapat yang dipimpin oleh Sekdako dan dihadiri oleh Diskes, Disdik, BPBD dan DLHK, tentang kondisi udara Kota Pekanbaru yang masih belum membaik (tidak sehat), maka diputuskan memperpanjang masa libur siswa PAUD/TK,SD, SMP Negeri dan swasta untuk hari Kamis dan Jumat tanggal 12 dan 13 September. Tks (Kadisdik)."

Kadisdik Pemkot Pekanbaru mengharapkan peran orang tua murid untuk mengawasi anaknya di rumah. Diharapkan juga agar anak-anak tetap mengurangi aktivitas di luar ruangan.

"Walau sudah diimbau, namun disejumlah sekolah, pagi-pagi mereka sudah berkumpul dan bermain di lapangan terbuka. Walau bermain, sebagian mereka tetap menggunakan masker," kata Retno.

Menurut Retno, perlu partisipasi sekolah untuk memastikan anak-anak selama berada di sekolah meminimalkan aktivitas di luar ruangan selama bencana kabut asap masih berlangsung.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani