• News

  • Peristiwa

BMKG Prediksi Wilayah Ini Hujan Lebat dan Angin Kencang Tiga Hari ke Depan

Ilustrasi hujan disertai petir
Istimewa
Ilustrasi hujan disertai petir

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan dalam tiga hari ke depan, 18– 20 September 2019 di beberapa wilayah Indonesia terjadi potensi hujan lebat disertai angin kencang. 

Berdasarkan pengamatan BMKG, terdapat Massa udara basah di lapisan rendah terkonsentrasi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Kep. Riau, Sulawesi Tengah, Kalimantan Utara, Papua Barat dan Papua.

Demikian disampaikan Bagian Hubungan Masyarakat dan Biro Hukum dan Organisasi BMKG, Rabu (18/9/2019).

Sementara itu, sejumlah daerah yang memiliki potensi konvektif dari faktor lokal dengan nilai indeks labilitas atmosfer sedang/kuat terdapat di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Kep. Riau, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Papua Barat dan Papua.

Terdapat daerah tekanan rendah (LPA) di Kambodia. Konvergensi terbentuk memanjang di Pesisir Selatan Kambodja. Daerah belokan angin terdapat di wilayah Sumatera bag Utara, Kalimantan bag Timur, Perairan Utara Sulawesi, Laut Maluku dan perairan Utara Papua Barat. Low level jet dengan kecepatan angin mencapai >25 kt terdapat di wilayah Filipina bagian Utara.

Dari pantauan BMKG terjadi potensi hujan lebat untuk tiga hari kedepan, yakni 18-20 September di Wilayah Papua, sementara untuk hari ini, wilayah Aceh, Sumatera Utara berpotensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir , kondisi ini masih berpotensi terjadi di Aceh untuk esok harinya, 19 september 2019.

Pada esok lusa, 20 September 2019, wilayah Aceh dan Kalimantan Barat diprediksi terjadi potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir. 

BMKG terus mengimbau masyarakat yang berdomisili atau sedang berada di beberapa wilayah yang berpotensi hujan lebat hingga disertai angin kencang dan petir/kilat tersebut untuk selalu berhati-hati ketika beraktivitas di luar ruang, serta persiapkan diri dengan peralatan antisipasi hujan. 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli