• News

  • Peristiwa

Menpora Jadi Tersangka, Roy Suryo: Prihatin, Kenapa Kasus Ini Harus Terjadi

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo
Dokumentasi Netralnews/Adiel Manafe
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo enggan berkomentar banyak atas penetapan Menpora Imam Nahrawi sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait dana hibah KONI dari Kemenpora.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat itu hanya mengaku prihatin atas apa yang terjadi dengan Imam Nahrawi.

"Mulai sore tadi HP saya terus berdering, meminta tanggapan tentang Kasus yang menimpa Menpora IN atas Kasus Dana Hibah KONI," tulis Roy di akun Twitternya,  @KRMTRoySuryo2, Rabu (18/9/2019).

"Maaf, sebaiknya saya tidak comment banyak selain harus prihatin kenapa Kasus semacam ini harus terjadi," cuit Roy.

Seperti diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini (17/9/2019) resmi menetapkan  Menpora Imam Nahrawi sebagai tersangka kasus suap pemberian dana hibah KONI.

Selain Imam, KPK juga menetapkan status tersangka kepada Miftahul yang merupakan asisten pribadi Menpora. Miftahul sudah lebih dulu ditahan KPK pada awal bulan ini.

"Dalam penyidikan tersebut ditetapkan 2 orang tersangka, yaitu IMR ( Imam Nahrawi) dan MIU (Miftahul Ulum)," ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (18/9/2019)

Imam diduga menerima uang sebesar Rp26,5 miliar sebagai bentuk  commitment fee pengurusan proposal yang diajukan KONI kepada Kemenpora.

Menurut KPK, uang tersebut diduga diterima Imam secara bertahap, dimana Rp 14,7 miliar diterima dalam rentang 2014-2018. Mantan anggota DPR itu juga diduga meminta uang Rp11,8 miliar dalam rentang waktu 2016-2018.

"Total dugaan penerimaan Rp26,5 miliar diduga commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI ke Kemenpora, terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan selaku Menpora," ujar Alexander.

Penetapan tersangka terhadap Imam Nahrawi dan Miftahul Ulum ini merupakan pengembangan kasus dana hibah KONI yang telah menjerat Sekjen KONI, Ending Fuad Hamidy; Bendum KONI, Jhonny E Awuy; Deputi IV Kemenpora, Mulyana; Pejabat Penbuat Komitmen di Kemenpora, Adhi Purnomo dan staf Kempora, Eko Triyanto.

Ending dijerat dalam jabatannya sebagai Sekjen KONI, sedangkan Johnny sebagai Bendahara Umum KONI. Baik Ending maupun Johnny telah divonis bersalah dalam pengadilan, dengan hukuman 2 tahun 8 bulan penjara bagi Ending dan 1 tahun 8 bulan penjara bagi Johnny.

Sedangkan 3 orang lainnya, yaitu Mulyana, Adhi Purnomo, dan Eko Triyanto, masih menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Atas dugaan penerimaan suap itu, Imam Nahrawi dikenakan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 12 B Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli