• News

  • Bisnis

Dorong Semangat Kewirausahaan Sosial Anak Muda, Citibank dan PJI Gelar Sociopreneur Talks

Citi Indonesia (Citibank) dan Prestasi Junior Indonesia (PJI) menggelar diskusi berkala ‘Sociopreneur Talks’.
Istimewa
Citi Indonesia (Citibank) dan Prestasi Junior Indonesia (PJI) menggelar diskusi berkala ‘Sociopreneur Talks’.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Citi Indonesia (Citibank) dan Prestasi Junior Indonesia (PJI) menggelar diskusi berkala ‘Sociopreneur Talks’ yang kali ini mengangkat bahasan: ‘Be A Changemaker with Social Enterprise’. Diskusi ini melibatkan ratusan pelajar SMA/SMK di Jakarta, dan figur sociopreneur muda sukses sebagai narasumber.

Sociopreneur Talks menjadi penutup rangkaian Youth Sociopreneur Initiative yang diinisiasi oleh Citibank dan PJI serta telah memasuki penyelenggaraan tahun kelima.

Chief Executive Officer Citi Indonesia Batara Sianturi menjelaskan, Citibank memiliki kepedulian besar terhadap masa depan generasi muda Indonesia.

Diharapkan para pelajar dapat memahami tidak hanya mengenai profit untuk diri mereka sendiri, namun juga bagaimana sebuah bisnis dapat memberi dampak positif bagi masyarakat luas.

"Di Citibank, kami percaya kewirausahaan sosial inilah yang mampu membuat perubahan. Karenanya, sangat krusial untuk segera menularkan inspirasi sociopreneurship di kalangan muda Indonesia guna mewujudkan sosok-sosok pebisnis sosial baru yang andal dan dapat menjadi changemaker leader,” kata Batara, dalam keterangan resmi, Kamis (19/9/2019).

Dalam diskusi yang menjadi agenda pamungkas Youth Sociopreneur Initiative tahun ini, Citibank memberi sorotan khusus keterkaitan pemimpin dengan social enterprise, juga strategi, arahan dan tips untuk mencapainya. 
 
Digelar perdana pada 2014, Youth Sociopreneur Initiative telah sukses mengedukasi 46.912 pelajar dari 138 SMA dan SMK di enam kota di Indonesia antara lain Jakarta, Bandung, Medan, Semarang, Surabaya dan Denpasar.

Sementara, khusus di 2019 saja, Citibank dan PJI berhasil menjalankan pendampingan kewirausahaan sosial kepada 9.115 pelajar dari 26 sekolah di 5 kota, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya dan Denpasar. 

Melalui rangkaian aktivitas pembinaan, yaitu Youth Entrepreneur Camp, Indonesia Student Company Competition (ISCC) dan Sociopreneur Talks, para pelajar mendapatkan bimbingan untuk mendirikan serta mengoperasikan sebuah perusahaan (student company-SC).

Selama periode kegiatan, para pelajar juga menerima pendampingan intensif dari mentor PJI dan karyawan Citibank yang tergabung dalam Citi Volunteers; mulai dari menciptakan ide usaha, merencanakan strategi bisnis, melakukan penjualan produk, hingga belajar tentang likuidasi perusahaan.

Menurut Co-Founder & Academic Advisor Prestasi Junior Indonesia Robert Gardiner, potensi kewirausahaan sosial perlu dipupuk semenjak remaja, sebagai generasi penerus bangsa. Itulah PJI dan Citibank untuk konsisten menumbuhkan kapasitas kewirausahaan sosial kalangan muda Tanah Air; melahirkan para sociopreneur yang mumpuni serta jeli menangkap peluang, juga memaksimalkan produktivitas guna meningkatkan kebermanfaatan mereka bagi lingkungan sekitar,” katanya.

Indonesia sendiri sebenarnya dianggap kondusif dalam membangun antusiasme berwirausaha. Global Entrepreneurship Index (GEI) 2018  memperlihatkan skor salah satu indikator kewirausahaan, yakni Product Innovation, yang mencapai 58%. Artinya, masyarakat Indonesia tergolong cukup berkemampuan dalam mengembangkan produk baru.

Meski demikian, temuan yang sama juga mendapati skor Startup Skills baru sebesar 29%, dan Human Capital hanya mencapai 16% - mengindikasikan masih kurangnya pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia Indonesia dalam memulai bisnis.

Hal Inilah yang semakin mendorong optimisme Citibank untuk semakin gencar merangkul kalangan muda negeri ini dalam mewujudkan masa depan mereka, terutama sebagai sociopreneurs.

Citibank juga meyakini kreativitas mereka tak kalah dibandingkan negara-negara lain. Terlebih ranah yang mereka jangkau semakin luas dan beragam, tak terkecuali industri kreatif yang semakin unik dan bernilai ekonomi tinggi.

"Terbukti, Indonesia menjadi rumah beberapa perusahaan kreatif rintisan terkemuka berbasis kewirausahaan sosial bertaraf global. Hal-hal seperti inilah yang ingin kami wadahi serta kembangkan,” imbuh Director, Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia Elvera N Makki.

Sebagai informasi, industri kreatif di Indonesia telah mencatatkan kontribusi yang terus meningkat terhadap produk domestik bruto (PDB) dalam beberapa tahun terakhir; mencapai Rp923 triliun pada 2016, meningkat hingga Rp990 triliun pada 2017, dan tahun lalu ditaksir sebesar Rp1.000 triliun.

Editor : Irawan.H.P