• News

  • Peristiwa

Waspada E-Rokok Jenis Baru Lebih Berbahaya, Bentuk Kecil Seperti Flash Disk

Ilustrasi bahaya rokok elektrik.
BPOM
Ilustrasi bahaya rokok elektrik.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) imbau masyarakat waspada pada e-rokok atau rokok elektronik jenis baru. Rokok ini bentuknya lebih kecil, seperti flash disk dan kadar nikotinnya tinggi.

Dijabarkan BPOM, bahaya rokok elektronik karena mengandung nikotin. Nikotin memberikan efek candu pemicu depresi, napas pendek, kerusakan paru permanen, kanker paru, penyempitan pembuluh darah, dan kematian. Bagi remaja: gangguan perkembangan otak, gangguan psikologi, masalah pembelajaran.

Dikutip Netralnews dari lembar fakta BPOM, Jumat (20/9/2019), rokok elektronik diantaranya mengandung Propilen Glikol, ini bisa mengiritasi paru-paru dan mata, gangguan saluran pernapasan, seperti asthma, sesak napas, dan obstruksi jalan napas; Perisa Diasetil yang menjadi faktor terjadinya penyakit paru obstruksi kronis.

Dipaparkan bahwa rokok elektronik juga mengandung senyawa toksik-karsinogen. Toksik adalah senyawa beracun yang menimbulkan efek negatif bagi tubuh manusia bahkan menyebabkan kematian. Karsinogenik, adalah zat-zat yang dapat menyebabkan penyakit kanker.

Komposisi toksik adalah karsinogenik uap rokok elektronik. Uap ini mengandung formaldehida, asetaldehida, akroleina, dan logam.

Rokok elektkronik juga menjadi salah satu media penyebaran narkotika. Fakta penemuan narkotika golongan 1 terjadi pada April 2018, dimana anak dibawah 18 tahun menghisap rokok elektronik berisi methampethamine (shabu). Selain itu pada November 2017, dimana cairan ganja sintesis ada didalam rokok elektronik.

Tidak hanya itu, pada Februari dan Agustus 2017, ada narkotika jenis baru 4-Cholomethcahinone 4-CMC (Februari) dan 5-Fluoro ADB (Agustus) dalam cairan rokok elektronik.

Maka dari itu ditegaskan bahwa rokok elektronik belum terbukti secara ilmiah sebagai alternatif berhenti merokok. Rokok ini bahkan bisa mengakibatkan terjadinya Popcorn Lung.

Cairan rokok elektronik mengandung perisa "diacetyl". Senyawa tersebut ditambahkan kedalam makanan untuk menghasilkan rasa mentega. Senyawa ini lebih berbahaya jika dipanaskan dan dihirup.

Menghirupnya dalam waktu lama menyebabkan penyakit paru (bronchiolitis obliterans). Sedangkan Popcorn Lung adalah kondisi saluran udara di paru mengecil sehingga menyebabkan batuk dan napas pendek.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan.H.P