• News

  • Peristiwa

Insiden Wamena dan Jayapura, GMKI: Pemerintah Tak Menyasar Akar Permasalahan

Insiden Wamena dan Jayapura, GMKI: Pemerintah tak menyasar akar permasalahan.
Papuanews
Insiden Wamena dan Jayapura, GMKI: Pemerintah tak menyasar akar permasalahan.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Korneles Galanjinjinay mengatakan, Indonesia berduka kembali dengan insiden mengerikan terjadi di Wamena dan Jayapura. Seperti diketahui, insiden menelan korban jiwa kembali menambah catatan panjang penindasan dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat di Tanah Papua.

Kata Korneles, setelah aksi rasisme dan persekusi mahasiswa Papua di Surabaya, Malang, Makassar, Jakarta dan kota-kota Perguruan Tinggi lainnya menyebabkan kerusuhan di Manokwari, Jayapura, Sorong, Fakfak, Nduga dan yang terakhir di Wamena serta di berbagai kota-kota lain di Papua.

" Peristiwa kelam ini makin menambah luka yang dalam bagi orang Papua yang dari waktu ke waktu mengalami kekerasan verbal maupun psikis oleh aparat negara, ormas tertentu maupun oknum-oknum masyarakat," kata Korneles pada Netralnews, Selasa (24/9/2019).

Dijabarkam Korneles, rentetan pelanggaran HAM di Papua yang di picu dari aksi diskriminasi yang terjadi di asrama mahasiswa Papua oleh oknum-oknum ormas dan oknum aparat negara tersebut berdampak reaktif sehingga memicu amukan massa pemuda Papua di kota-kota Perguruan Tinggi lainnya, yang kemudian terjadi aksi besar-besaran di beberapa titik di tanah Papua. Alhasil kantor pemerintahan di Jayapura dan Manokwari terbakar.

"Tindakan-tindakan tersebut merupakan puncak aksi dari masyarakat di tanah Papua atas luka yang mendalam dan ditambah respom pemerintah dalam menyikapi persoalan yang terjadi dianggap tidak menyasar pada penyelesaian akar permasalahan. Perlakuan seolah-olah menjadi orang asing di negeri sendiri dialami saudara-saudari kita di Papua," jelas Korneles.

Menurut Korneles, satuan Gabungan TNI-POLRI yang di turunkan oleh Pemerintah Pusat dalam meredam situasi justru dinilai merupakan pendekatan yang salah, dalam merespon permasalahan yang terjadi. Pendekatan humanis dengan mengedepankan kasih persaudaraan menurut GMKI harusnya lebih dikedepankan untuk menciptakan kedamaian dan keadilan di tanah Papua.

Selain itu pernyataan Menteri Politik, Hukum, dan HAM (Menkopolhukam) untuk melakukan pembatasan dan pemblokiran jaringan internet justru kian menyudutkan dan merugikan masyarakat di tanah Papua. Walaupun Panglima TNI dan Kapolri sudah menyatakan diri untuk siap bertugas di tanah Papua, akan tetapi (23/9/2019), kemarin kembali terjadi chaos di daerah Wamena dan Jayapura.

"Kantor-kantor pemerintahan di bakar, terjadi baku tembak antar warga dan anggota Kepolisian. Hal ini menandakan pemerintah belum mampu dalam menciptakans keamanan, ketentraman dan kedamaian di tanah Papua hingga hari ini" tegas Korneles.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani