• News

  • Peristiwa

Ini Alasan KPK Menahan Langsung Imam Nahrawi

Imam Nahrawi resmi ditahan KPK.
KPK goid
Imam Nahrawi resmi ditahan KPK.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Jumat (27/9/2019).

Juru Bicara KPK mengatakan alasan dilakukan penahanan langsung terhadap Imam Nahrawi, agar proses penyidikan ke depan berjalan efektif. Sekaligus menanggapi pernyataan kuasa hukum Imam, Soesilo Aribowo, yang mempertanyakan urgensi penahanan klien.

Penahanan Imam ini juga menyusul asisten pribadinya, Miftahul Ulum, yang lebih dulu ditahan selama 20 hari pertama di rutan cabang KPK, tepatnya di belakang Gedung Merah Putih KPK, Rabu (11/9/2019) lalu.

"Untuk efektivitas penanganan perkara ini maka dua orang tersangka dalam satu pokok perkara yang sama ini tentu harus berjalan secara beriringan," kata Febri, Sabtu (28/9/2019).

Usai menjalani pemeriksaan perdana selama 8 jam tim penyidik KPK langsung menahan Imam sebagai tersangka terkait kasus dana hibah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pada KONI, Jumat (27/9/2019).

Selain itu, Febri mengatakan bahwa Imam Nahrawi sebelumnya pernah dipanggil tiga kali ketika kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Hanya saja, kata dia, Imam tak beritikad baik untuk dimintai keterangannya.

Proses penyelidikan Imam dilakukan KPK sejak 25 Juni 2019 dan dinaikan ke tahap penyidikan pada 28 Agustus 2019.

Hanya saja, Imam tidak menghadiri permintaan keterangan dari KPK yang dilakukan pada pada 31 Juli 2019, 2 Agustus 2019 dan 21 Agustus 2019. Di samping itu, alasan penahanan Imam juga menurutnya telah memenuhi alasan objektif dan subjektif sebagaimana diatur dalam Pasal 21 KUHP.

"Jadi dengan pertimbangan itulah penahanan dilakukan selama 20 hari pertama," ujarnya.

Imam diduga menerima uang dengan total Rp26,5 miliar.

Uang tersebut diduga merupakan "commitment fee" atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kemenpora Tahun Anggaran 2018, penerimaan terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima, dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam selaku Menpora.

Uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak Iain yang terkait.

Adapun rinciannya, dalam rentang 2014-2018, Menpora melalui Ulum diduga telah menerima uang sejumlah Rp14,7 miliar.

Selain penerimaan uang tersebut, dalam rentang waktu 2016-2018, Imam diduga juga meminta uang sejumlah total Rp11,8 miliar.

Reporter : Sesmawati
Editor : Sulha Handayani