• News

  • Peristiwa

Tuduh Gubernur Anies, KAHMI Jaya Laporkan Ketua Jokowi Mania ke Polda Metro Jaya

Gubernur Anies Baswedan
Harian Terbit
Gubernur Anies Baswedan

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jakarta Raya melaporkan Ketua Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer ke Polda Metro Jaya.

Pelaporan tersebut buntut dari tuduhan Immanuel yang menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan harus bertanggung jawab atas adanya ambulans milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang dituding menyuplai batu ke demonstran. 

Tudingan Immanuel dilontarkan dalam acara diskusi di salah satu stasiun televisi swasta pada Kamis malam (26/9/2019). 

Ketua Bidang Sosial Budaya KAHMI Jaya, Imam Sofyan mengatakan, laporan ini dibuat lantaran pihaknya tidak terima jika Anies Baswedan dituding dan difitnah. 

"Kami sebagai warga negara tidak warga Jakarta tentunya tidak menginginkan itu karena ini akan menimbulkan keresahan karena ini pencemaran nama baik," kata Imam Sofyan, Sabtu (28/9/2019). 

Imam menegaskan jika Immanuel harus meminta maaf karena telah menuding Anies yang merupakan Dewan Pakar Majelis Nasional KAHMI. 

"Perlu minta maaf dari yang bersangkutan (Immanuel), harus ada upaya ke ranah hukum," ujar Imam. 

Sebelumnya, Ketua Jokowi Mania Immanuel Ebenezer kembali berulah. Dalam acara Dua Sisi yang ditayangkan TV One Kamis (26/9/2019) malam, Immanuel bikin tuduhan yang tidak bisa dianggap enteng. 

Menurut Immanuel, aksi-aksi mahasiswa yang belakangan marak itu telah disusupi. Ia mengaku bahwa pihaknya punya data-datanya. 

"Siapa yang menyusup? Pertama, kelompok yang mengusung khilafah dan kelompok yang kalah dalam pemilu kemarin; kedua, kelompok Cendana; dan ketiga ambulans-ambulans yang ditangkap polisi, itu semua labelingnya Pemprov DKI dan Anies terlibat,” kata Immanuel dengan berapi-api. 

Diketahui, ambulans diamankan karena kedapatan mengangkut batu dan bensin di Gardu Tol Pejompongan dan Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Bensin yang ada diduga akan digunakan untuk membuat bom molotov. 

Namun sejak Kamis siang akun Twitter @TMCPoldaMetro sudah tidak lagi menuliskan tentang ambulans yang diduga dipakai untuk mengangkut batu dan bensin itu. Artinya, pihak polisi menyadari kesalahannya, lalu mengklarifikasinya. 

Rupanya, berita hoaks tersebut ditelan mentah-mentah oleh Immanuel dan disampaikan di acara televisi yang ditonton oleh jutaan pemirsa.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Nazaruli