• News

  • Nasional

Heboh! Beredar Rekaman Audio Arahan Buat Rusuh Seperti 98 untuk Lengserkan Jokowi

Bakar ban bekas.
nna-leb.gov.lb
Bakar ban bekas.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Beredar rekaman audio via WhatsApp yang memperdengarkan seorang pria memberi masukan kepada teman- temannya untuk buat rusuh di beberapa titik di Ibukota dengan tujuan melengserkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam rekaman audio yang diterima netralnews.com dari Koordinator Forum Rakyat Lieus Sungkharisma pada Senin (30/9/2019), pria tersebut mengusulkan supaya berbuat rusuh di showroom, pertokoan hingga mal milik etnis Tionghoa.

Pria dalam rekaman suara berdurasi 1 menit 9 detik itu mengatakan, tempat- tempat usaha milik etnis Tionghoa merupakan titik rusuh paling tepat ketimbang di Gedung DPR atau kantor polisi.

Menurutnya, jika terjadi kerusuhan seperti tahun 1998 dan etnis Tionghoa merasa terganggu, maka mereka bakal berusaha mencari cara untuk melengserkan Presiden Jokowi.

Berikut kutipan rekaman audio pria tersebut:

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kepada kawan-kawan, ini ada masukan dari beberapa orang termasuk dari saya juga, bahwasanya kita lebih baik kalau kumpul di beberapa titik. Yang kita rusuh itu bukan kantor DPR atau Kapoldanya, tapi showroom- showroom Cina misalnya, toko-toko Cina dan usaha-usaha Cina, mal-mal.

Sebab apa? Kalau Cina-Cina sudah merasa terganggu pasti dia akan berusaha untuk gimana Jokowi ini bisa turun gitu. Kalau kita ke DPR nggak ada orang disana, percuma gitu. Seperti tahun 1998, begitu juga dilakukan toko-toko Cina, di ganggu tokoh-tokoh Cina kita rusuh, itu baru bisa turun dia (Jokowi). Cina-Cina itu yang membuat pemimpin-pemimpinnya turun sebenarnya.

Itu aja sih, mohon masukan dan saran yang lain. Terima kasih, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Diberitakan sebelumnya, Lieus Sungkharisma melaporkan pria dalam rekamana audio itu ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum)
Polda Metro Jaya pada Minggu (29/9/2019) malam.

"Saya ke Polda mau buat laporan karena ada provokasi lewat video dan rekaman suara yang isinya kasih saran untuk menjatuhkan pemerintahan dengan membakar showroom dan pertokoan orang-orang China," kata Lieus kepada netralnews.com, Minggu (29/9/2019) malam.

Eks Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 itu menambahkan, dirinya melaporkan oknum dalam video dan rekaman suara itu karena ia tidak setuju dengan rencana  melengserkan Jokowi apalagi menggunakan cara-cara inkonstitusional.

"Kalau memang tidak suka dengan pemerintahan Pak Jokowi ya saya kira sah saja dikritik sebagaimana biasanya. Hak kita sebagai warganegara kan bersuara itu boleh, berunjuk rasa boleh karena dilindungi undang-undang, tapi kalau sudah menyuruh orang bakar itu sudah menyesatkan. Bernegara dan berdemokrasi yang sesat itu," tegas Lieus.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan.H.P