• News

  • Hankam

Waspadai Ancaman Terorisme Jelang Pelantikan Presiden Jokowi

Ilustrasi tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri.
Istimewa
Ilustrasi tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pemerintah diminta untuk waspada terhadap ancaman terorisme jelang atau saat pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin pada 20 Oktober 2019. 

"Ancaman itu mungkin terjadi, jangan disepelekan dan harus segera diantisipasi," kata pengamat politik dan keamanan Universitas Padjadjaran (UNPAD) Muradi dalam sebuah diskusi di Jakarta, Jumat (4/10/2019). 

Menurutnya, antisipasi terhadap kemungkinan serangan terorisme harus dilakukan oleh semua pihak. "Jangan hanya mengandalkan kepolisian, warga harus waspada," ujar Muradi

Selain itu, Muradi juga menduga, teroris ikut menunggangi aksi-aksi demonstrasi yang marak. "Mereka ini bukan lonewolf, pasti sudah ada jaringan lamanya, bisa JAD, bisa kelompok lain," katanya. 

Pada kesempatan yang sama, mantan napi terorisme Ustaz Abu Fida membenarkan kekhawatiran Muradi. Ia menjelaskan, kelompok-kelompok terorisme selalu mencari cara baru untuk mewujudkan eksistensi. 

"Saya ini mantan, saya yakin kelompok kelompok ini benar benar ada, bukan rekayasa intelijen," ungkap Abu Fida.

Lanjut Abu Fida, jenis serangan bisa bervariasi, mulai dari bom, sampai serangan fisik. "Bisa juga simbolik seperti pengibaran bendera," tuturnya. 

Sementara itu, pengamat intelijen Ridlwan Habib menilai, kewaspadaan harus ditingkatkan di hari-hari menjelang pelantikan Jokowi-Ma'ruf. "Terutama pada tanggal-tanggal penting, 19 dan 20 Oktober," pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli