• News

  • Lingkungan

Perdana, Coca Cola Luncurkan Botol Hasil Daur Ulang Plastik dari Laut

Botol Coca Cola daur ulang.
Istimewa
Botol Coca Cola daur ulang.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pertama kalinya, Coca Cola meluncurkan produk dengan botol hasil daur ulang plastik dari laut.

Relawan sebelumnya mengumpulkan sampah plastik dari 84 pantai di Spanyol dan Portugal yang dikombinasikan dengan limbah serupa, yang dikumpulkan oleh kapal pukat di Mediterania. Limbah plastik yang dikumpulkan lantas didaur ulang dengan memperhatikan kualitasnya.

Proses kimia lantas memungkinkan plastik untuk dilepaskan dari kotoran dan dibawa kembali ke tingkat seperti baru, sehingga sekali lagi dapat digunakan untuk kemasan makanan dan minuman.

Tingkat daur ulang plastik telah melonjak mengikuti kesadaran publik yang lebih besar tentang ancaman terhadap lautan dunia, tetapi banyak juga yang berakhir dengan dibakar, atau diekspor dan disimpan di tempat pembuangan ilegal. Sementara hanya seperempat dari 300 botol plastik yang dibuat oleh Coca-Cola bersumber dari puing-puing laut.

Perusahaan Coca Cola mengatakan ingin semua produknya dijual dalam kemasan yang terbuat dari bahan daur ulang atau 'terbarukan'.

Coca Cola mengklaim tujuan akan memotong penggunaan plastik sebanyak 200.000 ton per tahun, menggarisbawahi kemajuan kampanye Daily Mail's Turn The Tide On Plastic. Ini muncul ketika Departemen Keuangan mengajukan pajak plastik pertama di dunia yang akan menetapkan pungutan pada produsen yang gagal untuk memasukkan 30 persen konten daur ulang.

"Terlalu banyak sumber daya yang terbatas di dunia saat ini dibuang sebagai limbah," kata Tim Brett dari Coca Cola, dilansir dari laman Daily Mail, Minggu (6/10/2019).

Coca Cola dan merek-merek lainnya termasuk Fanta dan Sprite, mengatakan mereka berharap konsumen akan mulai melirik botol-botol yang terbuat dari plastik ke teknologi daur ulang yang jumlahnya akan ditingkatkan di rak-rak penjualan tahun depan.

"Kami tahu kami harus berbuat lebih banyak untuk memperbaikinya. Ada peran berharga untuk pengemasan, tetapi harus selalu dikumpulkan, didaur ulang, dan digunakan kembali," kata dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan.H.P