• News

  • Peristiwa

Sandi Hanafiah: Jangan Ngaku Orang Depok tapi Tak Peduli Budaya Depok

Komunitas
foto: antara
Komunitas

DEPOK, NETRALNEWS.COM - Inisiator komunitas "Depok Gue", Sandi Hanafiah, menilai bahwa Kota Depok Jawa Barat sebagai penyangga Ibu Kota DKI Jakarta dan pintu gerbang Jawa Barat memiliki nilai strategis dengan akulturasi dua kebudayaan Betawi dan Sunda, sehingga menjadi kota yang seksi.

"Kota Depok Sangat Seksi butuh sentuhan Kebudayaan. Terlepas masih ada yang belum tahu budaya asli Depok, tapi ingat jangan ngaku orang Depok tapi tidak peduli budaya Depok. Saatnya kita lestarikan budaya asli Depok, " kata Sandi di Depok, Rabu (9/10/2019).

Sandi mengajak kesadaran seluruh masyarakat untuk bersama-sama dalam mencintai kebudayaan asli Depok, agar generasi muda dan anak cucu nanti mengenal serta melestarikan budaya di tengah arus perkembangan zaman.

"Ini adalah murni gerakan kecintaan pada Depok dan berkomitmen untuk menjaga kelestarian asli budaya Depok serta kondusifitas. Sebab, kalau tidak sekarang kapan lagi. Selama ini sudah baik, tinggal gerakan kita dari bawah secara bersama-sama peduli pada budaya asli Depok," ujarnya.

Hal senada diutarakan penggiat sosial Depok Abdurrahman mengatakan banyak seni dan budaya asli Depok. Ia menyebutkan mulai dari silat, tari, pakaian, Situs Wali Hasan, Ratu Bayunan, Mbah Beji, dan lainnya.

"Saatnya kita bangkitkan kembali, seni, budaya, situs asli Depok. Tentunya, masih ada lagi yang perlu dikenalkan pada publik berdasarkan pada kajian dan data ilmiah. Kita bergandengan tangan bersama masyarakat, pemerintah, penggiat seni budaya untuk bersama-sama bangkit melestarikan budaya asli Depok," katanya.

Ia berharap agar muatan lokal tentang seni, budaya, sejarah Depok bisa diajarkan di sekolah. Selain itu, dirinya juga mengajak untuk menghidupkan kembali cerita asli tentang Depok.

"Gerakan kesadaran untuk bangkit dalam mencintai budaya asli Depok ini berangkat dari hati. Semoga semangat kita ini akan terus meluas ke semua elemen. Budaya asli Depok harus kuat mengakar di tengah heterogenitas Depok. Apalagi, minat budaya dan sejarah berkurang tergerus dengan ekonomi," ujarnya dinukil Antara.

Editor : Taat Ujianto