• News

  • Peristiwa

Di Ambon Terjadi Beruntun, di Waktu Berdekatan Gempa Juga Landa NTT

Ribuan warga Ambon mengungsi akibat gempa beruntun
foto: okezone
Ribuan warga Ambon mengungsi akibat gempa beruntun

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Bisa dipahami bila gempa beruntun membuat masyarakat was-was. Pasalnya, selama beberapa hari terakhir, gempa berulangkali mengguncang berbagai daerah di Indonesia, khususnya di daerah Sulawesi, Ambon, Papua, hingga NTT.

Hari ini, Kamis (10/10/1019), sekitar pukul 15.31.23 WITA, wilayah barat laut, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), diguncang gempa dengan magnitudo 4.1, namun belum ada laporan mengenai dampak gempa tersebut.

Gempa tersebut dengan episentrum terletak pada 9.47 Lintang Selatan (LS) dan 118.95 Bujur Timur (BT) pada 14 km barat laut Kodi, Sumba Barat Daya di kedalaman 33 km, demikian laporan BMKG Stasiun Meteorologi Kupang.

Sementara itu, di Ambon, gempa cukup besar yakni 5,2 SR juga telah membuat warga Ambon mengalami kepanikan. Setelah itu  terjadi gempa susulan. Berdasar hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya delapan aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M=4,6.

"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi memiliki parameter update dengan magnitudo 5,2 pada pukul 13.39 WIT, diikuti gempa susulan sebanyak delapan kali," kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika kelas I Ambon, Sunardi..

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 3,57 LS dan 128,26 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 16 km arah Timur Laut Kota Ambon, Provinsi Maluku pada kedalaman 10 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi di wilayah Ambon ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan sesar mendatar (strike slip fault).

Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Ambon V MMI . Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami. BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Masyarakat diminta menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah, " katanya dinukil Antara.

Editor : Taat Ujianto