• News

  • Nasional

TIB Bakal Turunkan 10.000 Pasukan Adat Jaga Pelantikan Jokowi

Ratusan massa Timur Indonesia Bersatu (TIB) menggelar Aksi Kebangsaan bertajuk 'Matahari Timur Bersama Jokowi.'
NNC/Adiel Manafe
Ratusan massa Timur Indonesia Bersatu (TIB) menggelar Aksi Kebangsaan bertajuk 'Matahari Timur Bersama Jokowi.'

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kelompok masyarakat yang menamakan diri Timur Indonesia Bersatu (TIB) menyatakan siap menjaga pelantikan presiden dan presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin pada 20 Oktober 2019.

Pernyataan itu disampaikan perwakilan TIB dari sejumlah daerah di sela-sela acara Aksi Kebangsaan bertajuk 'Matahari Timur Bersama Jokowi' di Taman Aspirasi atau Taman Pandang, depan Istana Negara, Sabtu (12/10/2019) siang.

"Saya perwakilan dari Minahasa, Sulawesi Utara, untuk tanggal 20 di hari pelantikan bapak Jokowi, kami akan menurunkan 10 ribu pasukan adat. Seluruh pasukan adat dari Sabang sampai Merauke akan menjaga pelantikan," kata salah satu perwakilan TIB, Nancy Angel.

Selain menjaga pelantikan Jokowi, Nancy menyebut, tujuan TIB bakal menurunkan 10 ribu pasukan adat adalah untuk menunjukkan bahwa inilah Indonesia dengan keragaman suku bangsa, budaya, agama, ras, dan bahasa namun tak menjadi penghalang untuk bersatu menjaga bangsa ini dari ancaman pihak manapun sebagaimana semboyan Bhineka Tunggal Ika.

"Kenapa kami turunkan 10 ribu pasukan adat, karena kami ingin tunjukkan bahwa kamilah Indonesia, kami tidak bisa digoyang, karena kami dari Sabang sampai Merauke ada untuk menjaga Indonesia siapapun presidennya. Kami tidak takut kami akan lawan walaupun nyawa adalah taruhan kami," ucap Nancy.

"Ini kawan-kawan dari timur kami sepakat kami bersatu kami akan menjaga Bhineka Tunggal Ika Pancasila dan terutama Presiden Jokowi Jangan kira kami tidak berani ini adalah awal untuk menjaga pelantikan nanti kita lihat tanggal 20 apa yang kami lakukan kami ada Pak Jokowi tidak sendiri ini pernyataan sikap kami," tandasnya.

Sementara itu, perwakilan TIB dari NTT, Aziz De Ornay mengatakan, pihaknya memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal Jokowi saat pelantikan dan selama kepemimpinannya lima tahun ke depan.

"Ini pernyataan sikap kami dari NTT. Pak Jokowi (di Pilpres 2019 lalu) menang telak di NTT dan wilayah Indonesia Timur lainnya. Oleh karena itu kita punya kewajiban moral untuk mendukung Jokowi sampai dengan pelantikan tanggal 20," ungkapnya.

Lebih lanjut, Aziz menuturkan, lewat aksi kebangsaan hari ini dan saat pelantikan presiden nanti, pihaknya ingin mengirim pesan kepada seluruh rakyat Indonesia tentang pentingnya menjaga persatuan dan toleransi sebagaimana yang dilakukan masyarakat di wilayah Indonesia timur.

"Kami di Indonesia Timur sangat toleran, kami tidak mengenal yang namanya perbedaan, apalagi NTT. Karena itu kita mendorong agar negeri ini kedepannya harus bersatu, tidak boleh ada kelompok-kelompok yang melakukan tindakan-tindakan kekerasan, apalagi melawan pemerintahan yang ada. Kita yakin bahwa Jokowi mampu membangun negeri ini sampai selesai (masa jabatan 2024)," pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan.H.P