• News

  • Peristiwa

Dua Tahun Pimpin Jakarta, Gubernur Anies Dinilai Lebih Baik dari Gubernur Sebelumnya

Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta di kantornya.
Pemprov DKI Jakarta
Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta di kantornya.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) Sugiyanto menilai, dua tahun memimpin DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan terlihat jelas merupakan pemimpin sopan dan humanis dibanding gubernur sebelumnya.

"Terlihat dengan sangat jelas dari cara dia bertutur kata, dari gestur tubuhnya dan dari ketika dia merespon persoalan warganya, khususnya warga kelas bawah. Dia gubernur yang sopan dan humanis, beda dengan gubernur sebelumnya. Mungkin karena dia basic-nya seorang pendidik," kata Sugiyanto, Rabu (16/10/2019).

Aktivis yang akrab disapa SGY ini menambahkan, karakter dan pembawaan Anies itu secara otomatis menciptakan atmosfer baru yang juga berbeda bagi Jakarta dibanding sebelumnya, karena Jakarta kini relatif lebih tenang dan sejuk dibanding sebelumnya.

Sebagai seorang Muslim, Anies juga mengayomi penganut agama lain. Dia, misalnya, telah meresmikan beberapa gereja, antara lain Gereja Semper, mengizinkan Monas sebagai tempat perayaan paskah, dan menghadiri peringatan semua agama yang diakui di Indonesia.

"Sejatinya seorang pemimpin memang harus berdiri di atas semua golongan dan etnis yang ada dimana dia menjabat, bukan menjadi gubernur bagi golongan atau agama yang dianutnya saja. Sebagai seorang mantan rektor Universitas Paramadina dan mantan Mendikbud, Anies paham bagaimana kriteria pemimpin yang baik, dan dia mampu mengaplikasikannya dalam keseharian kepemimpinannya," imbuh dia.

Meski demikian SGY mengakui Anies bukan manusia sempurna, sehingga wajar jika dia mendapat kritikan.

Selama kritik itu objektif, substansif dan bukan semata-mata sengaja menghantam akibat sentimen atau rasa tak suka, menurut SGY, layak diapresisasi dan didengar oleh Anies.

Hanya sayangnya, tegas dia, polarisasi yang masih terjadi di masyarakat Indonesia, termasuk di Jakarta,  dimana ada masyarakat yang pro Anies dan pro mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang notabene juga merupakan pendukung Presiden Jokowi, membuat Anies harus menghadapi situasi yang tidak normal yang tidak dialami Gubernur Sutiyoso (1997-2002 dan 2002-2007) dan Gubernur Fauzi Bowo (2007-2012), karena Anies mungkin akan dicatat dalam sejarah sebagai gubernur Jakarta yang paling banyak diserang lawan-lawan politiknya dengan isu yang kemudian terbukti hoaks, seperti isu tentang pengadaan pohon plastik dan pengadaan tong sampah dari Jerman.

SGY mengaku salut dengan cara Anies menyikapi anomali situasi yang tengah dihadapinya sejak dirinya dilantik pada 16 Oktober 2017 hingga hari ini, karena menurutnya Anies terlihat sangat tenang dan sabar.

Aktivis berkacamata ini meyakini, kesabaran itu, juga kapasitasnya sebagai seorang pemimpin lah yang membuat Anies tetap "survive" dalam menjalani karirnya sebagai gubernur Jakarta di tengah hantaman badai hoaks dan perilaku lawan politik yang tidak fair dan kejam.

Ia, katanya, dalam dua tahun ini bahkan mampu menuntaskan dan meneruskan berbagai pekerjaan yang ditinggalkan gubernur-gubernur sebelumnya, seperti menuntaskan proyek MRT rute Lebak Bulus-Bundaran HI, menyempurnakan moda transportasi bus rapid transit atau busway, menuntaskan pembangunan laght rail transit (LRT),  dan mengintegrasikan angkutan-angkutan di Ibukota melalui Program JakLingko.

Anies juga mampu merealisasikan janjinya untuk menutup hotel mesum Alexis, merealisasikan janji membangun rumah DP 0 Rupiah, dan menyediakan trotoar yang nyaman bagi pejalan kaki dengan merevitalisasi trotoar-trotoar di Ibukota.

Terkait polusi udara yang telah bertahun-tahun membuat kualitas udara Jakarta tidak sehat bagi penghuninya, Anies telah menerbitkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara dimana di dalamnya terdapat tujuh inisiatif yang harus dilaksanakan para pejabatnya yang terkait. Di antaranya tidak lagi membolehkan kendaraan angkutan umum yang telah berusia di atas 10 tahun dan tidak lulus uji emisi tetap beroperasi mulai tahun depan, dan memperluas sistem ganjil genap.

Satu hal yang dicatat SGY sebagai kebijakan Anies yang paling menyentuh, yang menunjukkan bahwa Anies adalah seorang humanis adalah rencananya untuk membangun kembali Kampung Akuarium.

Pasca penggusuran kampung itu, penduduknya kehilangan tempat tinggal, sehingga ada yang masih hidup di tenda-tenda dan bedeng di lahan yang telah digusur itu.

SGY berharap polarisasi di tengah masyarakat dapat segera berakhir, dan masyarakat dapat hidup dengan perilaku-perilaku yang normal dan terpuji, sehingga dapat menilai kinerja Anies secara fair, objektif dan substansif.

"Anies punya visi yang bagus, yakni memajukan Jakarta dan membahagiakan warganya. Warga Jakarta harus mendukung ini," pungkas dia.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Irawan.H.P