• News

  • Bisnis

Prabowo Gabung Jokowi, Bagaimana Efeknya Bagi Ekonomi Indonesia?

Joko Widodo bertemu Prabowo Subianto di Istana Negara
Harian Terbit
Joko Widodo bertemu Prabowo Subianto di Istana Negara

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kondisi perpolitikan terkini menimbulkan persepsi jika Prabowo Subianto dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) bakal bergabung dalam Koalisi Besar yang mengusung Presiden Terpilih Joko Widodo.

Bergabungnya kubu Prabowo yang semula bakal jadi Oposisi itu dikhawatirkan justru bakal hilangkan faktor Check and Balance di Pemerintahan. Pasalnya, beredar di jika oposisi bakal dapat jabatan dalam Pemerintahan Jokowi - KH Ma`ruf Amin.

Lantas, bagaimana sentimen itu terhadap perekonomian Indonesia? Hal ini dinilai justru menjadi positif bagi pertumbuhan ekonomi nantinya.

Ini diungkapkan Direktur Riset Center of Reforms on Economics (CORE), Piter Abdullah Redjalam dalam Economy Outlook 2019 di Menara BCA, Jumat (18/10/2019).

Piter menjelaskan, bergabungnya oposisi dalam Pemerintahan justru menjadi peluang karena bisa membuat Pemerintah lebih fokus lakukan perbaikan ekonomu.

"Kalau fokus di ekonomi rekonsilliasi politik itu dimasukan sebagai peluang. Karena akan membuat pemerintah bisa fokus," kata Piter.

Kondisi ini, lanjutnya, akan menciptakan kondisi yang damai sehingga dapat membuat pemerintah Jokowi bekerja lebih fokus. 

Gemuknya partai koalisi pun dinilai tidak akan menciptakan abuse of power atau penyalahgunaan kekuasaan.

"Politk itu cair. Dia bisa gabung dalam pemerintahan tapi tetap bisa melakukan counter atau kritik. Sistem kita sudah demokrasi," ujarnya.

Editor : Firman Qusnulyakin