• News

  • Peristiwa

Tangkal Hoaks soal Gempa Ambon, Ini Peringatan Wali Kota untuk ASN dan Warganya

Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy.
ambon.go.id
Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy memperingatkan jajarannya maupun masyarakat agar jangan menyebarkan berita hoaks terkait gempa karena konsekuensi hukumnya diproses aparat keamanan dengan ancaman hukuman dipecat dari aparatur sipil negara (ASN) maupun dipenjara 6-8 tahun.

"Saya saat apel tadi (pagi) telah memperingatkan para ASN di jajaran Pemkot Ambon soal penyebaran berita hoaks dengan contoh seseorang oknum pelaku yang mencatut nama Wali Kota sehingga telah ditangkap selanjutnya ditahan polisi," katanya di Ambon Senin.

Karena itu, para ASN di jajaran Pemkot Amon jangan coba-coba menyebarkan berita hoaks terkait gempa yang melanda Kota Ambon dan sekitarnya sejak 26 September 2019 karena sanksi diproses hukum dengan ancaman hukuman 6-8 tahun dan dipecat.

"Jadi jangan mencoba untuk memprovokasi masyarakat dengan berita tidak benar karena Pemkot Ambon maupun aparat keamanan pasti menindak keras sesuai prosedur hukum maupun ASN," ujar Richard.

Disinggung oknum pelaku mencatut nama Wali Kota Ambon untuk menyebarkan isu gempa besar dan tsunami yang akan melanda Kota Ambon dan sekitarnya,dia menjelaskan telah diberitahu kepolisian bahwa orangnya telah ditangkap dan sedang ditahan.

"Saya sudah dikirimkan fotonya. Namun tidak mengenal orang tersebut dan menyerahkan penanganan hukum sepenuhnya kepada aparat kepolisian," tandas Richard.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Mohamad Roem Ohoirat mengakui, pelaku penyebar isu gempa besar dan tsunami yang akan melanda Kota Ambon dan sekitarnya berinisial VK alias Hardy telah ditahan polisi dan ditetapkan sebagai tersangka.

"Tersangka yang menyebarkan berita bohong mengatasnamakan Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy ini diamankan pada Sabtu, (19/10) dan menjalani pemeriksaan langsung ditahan polisi," katanya, seperti dilansir Antara.

"Saat diperiksa penyidik, yang bersangkutan mengaku kalau motivasinya hanya iseng untuk menyebarkan berita bohong," imbuhnya lagi.

Editor : Irawan.H.P