• News

  • Peristiwa

Pemprov DKI Minta Perusahaan Ojol Siapkan Area Penjemputan

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI, Syafrin Liputo.
Dishub DKI
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI, Syafrin Liputo.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pemerintahan Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, meminta perusahaan ojek online (Ojol) menyiapkan area penjemputan ojek online di sejumlah stasiun atau halte.

Demikian ditegaskan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI, Syafrin Liputo. Dirinya pun juga meminta para driver Ojol mematikan sistem penjemputan apabila tidak menjemput penumpang di area tersebut.

Diakuinya, beberapa waktu lalu telah meresmikan transit plaza di Stasiun Mass Rapid Transit (MRT) Lebak Bulus hasil dari kolaborasi aplikator ojek online dengan PT MRT Jakarta.

Transit plaza itu merupakan tempat berkumpulnya angkutan online untuk menjemput penumpang, sehingga, tidak ada lagi, angkutan online yang mengokupansi jalan.

"Nah ini untuk ojek online ini wujud kolaborasi, kita mendorong seluruh stakeholders yang ada itu berkolaborasi," kata Syafrin, Senin (21/10/2019).

Syafrin menjelaskan, selama ini ada yang salah dengan pembinaan para driver ojek online dalam menjemput penumpang. Seharusnya, kata dia, sebagai ojek online, driver ojek online tidak perlu berkumpul berbondong-bondong merapat ke stasiun ataupun halte sambil melihat handphone.

Padahal, kata Syafrin, kalau disiapkan tempat untuk penjemputan saja, para ojek online sudah bisa lebih tertib. Mereka hanya datang ketika ada penumpang yang pesan di lokasi penjemputan atau shelter yang disediakan.

"Para driver yang menunggu di jalan meski sudah ada shelter tidak akan diberikan penumpang oleh aplikator. Jadi tinggal kolaborasi penyediaan shelter saja dari pemilik lahan. Kita dorong ke sana," ujarnya.

Syafrin mengakui bila ojek online bukanlah angkutan umum, namun keberadaan mereka dalam memberikan kebutuhan masyarakat dalam bermobilitas tidak bisa dipungkiri. "Jadi harus difasilitasi," tegasnya

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Irawan.H.P