• News

  • Peristiwa

Pernah Jadi Tempat KKN, Warga Banyumas Gelar Syukuran Dua Tahun Kepemimpinan Anies

Syukuran dua tahun kepemimpinan Anies dilaksanakan di kediaman Wanto Tirta, guru dan salah seorang tokoh Desa Kracak, Banyumas.
Istimewa
Syukuran dua tahun kepemimpinan Anies dilaksanakan di kediaman Wanto Tirta, guru dan salah seorang tokoh Desa Kracak, Banyumas.

BANYUMAS, NETRALNEWS.COM - Jauh dari Jakarta, tidak membuat warga Desa Kracak, Banyumas melupakan sosok Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Desa Kracak merupakan desa yang menjadi lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gubernur Anies saat 1994. Warga Desa Kracak pun mengadakan syukuran dua tahun kepemimpinan Gubernur Anies di Jakarta.

Syukuran dua tahun kepemimpinan Gubernur Anies dilaksanakan di kediaman Wanto Tirta, guru dan salah seorang tokoh Desa Kracak, Kecamatan Ajibarang, Banyumas pada Minggu malam (20/10/2019). Puluhan warga Desa Kracak berkumpul dan mendoakan agar Gubernur Anies bisa memimpin Jakarta dengan lebih baik lagi.

"Semoga Pak Anies selalu diberikan kesehatan dan keselamatan. Untuk menjalankan tugasnya sebagai Gubernur," kata Wanto.

Doa bersama tersebut dipimpin oleh Ustaz Syahri. Kegiatan doa bersama tersebut berlangsung khusyuk. Sejumlah teman-teman Gubernur Anies saat masih KKN di Desa Kracak juga turut hadir. “Kami ingin acara yang sederhana namun bermakna,” tambahnya.

Wanto menambahkan, ada beberapa warga Desa Kracak yang pernah datang ke kediaman Anies di Jakarta. Kedatangan warga tersebut disambut baik oleh Anies dan keluarga. Bahkan Anies disebut Wanto masih ingat dan hapal warga yang datang. "Kedekatan mereka tidak pudar meski posisinya sudah berjauhan," terangnya.

Dengan dua tahun kepemimpinan sebagai Gubernur DKI Jakarta, Wanto dan warga Desa Kracak lainnya berharap agar Anies bisa lebih baik lagi. Serta dapat bekerja dengan amanah serta sesuai dengan harapan masyarakat.

“l"Serta kami juga berharap agar persaudaraan dan persahabatan yang telah terjalin ini jangan sampai putus dan terus terjalin silahturahmi sampai kapanpun," ucap Wanto lagi.

Usai doa bersama, digelar makan bersama dengan berbagai panganan. Seperti nasi bungkus takiran pecel, gorengan dage, tempe, sayur welok, ikan sungai, pete sambal trasi dan makanan tradisional lainya. "Makanan-makanan ini menjadi khas desa yang disukai oleh Pak Anies," terangnya.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Irawan.H.P