• News

  • Peristiwa

Berbaju Putih, Pratikno Datang ke Istana Bersama Nico Harjanto dan Fadjroel Rachman

Menteri Sekretaris Negara kabinet Kerja jilid I Pratikno.
Setkab
Menteri Sekretaris Negara kabinet Kerja jilid I Pratikno.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Sekretaris Negara kabinet Kerja jilid I Pratikno, staf khusus Mensesneg Nico Harjanto, mantan aktivis 1998 Fadjroel Rachman mendatangi istana kepresidenan Jakarta.

"Orang mau lewat kok, kalian mau ikut?" kata Pratikno yang mengenakan kemeja lengan panjang warna putih di lingkungan istana kepresidenan Jakarta, Senin (21/10/2019).

Fadjroel dan Pratikno yang juga sama-sama mengenakan kemeja putih pun tidak banyak berkomentar. Ketiganya datang sekitar pukul 14.10 WIB.

"Untuk negara kita semua kok," ucap Nico yang juga mantan Direktur lembaga survei Populi Center seperti dilansir Antara. Adapun, Fadjroel Rachman diketahui adalah komisaris utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

Selain ketiganya, Presiden Jokowi sudah memanggil enam orang lain pada hari ini. Sebelumnya sudah ada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, CEO dan pendiri Gojek Nadiem Makarim, Komisaris Utama NET Mediatama Televisi Wishnutama, pendiri Mahaka Group Erick Thohir, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Sebelumnya hadir juga Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Tetty Paruntu, namun belakangan Tetty hanya bertemu dengan Airlangga dan tidak menemui Presiden Jokowi.

Pada Minggu (20/10), Presiden Joko Widodo mengatakan akan mengenalkan para menteri kabinetnya pada Senin (21/10) pagi.

Presiden Jokowi dalam media sosial resminya, susunan kabinet pemerintahan periode mendatang sudah rampung. Mereka terserak di semua bidang pekerjaan dan profesi: akademisi, birokrasi, politisi, santri, TNI dan polisi.

Dalam media sosialnya, Presiden mengatakan para menteri terpilih adalah sosok yang inovatif, produktif, pekerja keras dan cepat. Sosok yang tidak terjebak rutinitas yang monoton.

Tugas mereka adalah bukan hanya membuat dan melaksanakan kebijakan, tapi memastikan masyarakat menikmati pelayanan dan hasil pembangunan.

Editor : Irawan.H.P