• News

  • Peristiwa

Habib Novel Nilai Pelantikan Jokowi Mencekam karena Ditolak Rakyat Seperti Ahok

 Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 Habib Novel Chaidir Hasan (Novel Bamukmin).
Istimewa
Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 Habib Novel Chaidir Hasan (Novel Bamukmin).

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 Habib Novel Chaidir Hasan ( Novel Bamukmin) menilai, suasana pelantikan Joko Widodo (Jokowi) menjadi presiden periode 2019-2024 terlihat begitu mencekam. 

Alasan Habib Novel menyebut mencekam karena banyaknya aparat yang dikerahkan untuk mengamankan jalannya acara pelantikan presiden dan wakil presiden di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Minggu (20/10/2019) kemarin. 

"Saya melihat pelantikan presiden saat ini sangat beda dari pelantikan-  pelantikan sebelumnya, karena begitu mencekam dengan kekuatan penuh TNI dan Polri turun untuk mengamankan pelantikan tersebut," kata Habib Novel kepada netralnews.com, kemarin. 

Menurutnya, pengerahan penuh aparat ini hanya menghabiskan uang negara. 

"Tentu sangat menguras uang negara dan ke depan sepertinya akan memakan anggaran yang lebih besar untuk pengamanan," ujarnya. 

Habib Novel berpendapat, pengamanan yang super ketat itu menunjukkan bahwa Jokowi ditolak rakyat menjadi presiden, lantaran ia menuding ada kecurangan terstruktur, sistematis, masif dan brutal (TSMB) hingga banyak korban jiwa pada Pilpres 2019. 

Ditambahkannya, puncak penolakan rakyat terhadap Jokowi sebagai presiden ditandai dengan aksi unjuk rasa mahasiswa secara besar-besaran di berbagai wilayah di Indonesia, pun dengan para pelajar pada beberapa waktu lalu. 

Hal ini, disebut tokoh Front Pembela Islam (FPI) itu, sama seperti apa yang terjadi dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP/Ahok) ketika mengikuti Pilkada DKI 2017 lalu. 

"Karena memang sudah ditolak rakyat persis seperti pengamanan Ahok yang tidak wajar menjelang Pilkada. Ahok ditolak warga Jakarta," jelas Habib Novel. 

"Dan ini terjadi oleh Jokowi yang ditolak rakyatnya karena menjadi presiden dengan banyaknya korban nyawa akibat berbuat curang yang TSMB, dan puncaknya BEM SI dan pelajar sampai tingkat SMP pun turun menolak Jokowi," pungkasnya.  

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Widita Fembrian