• News

  • Peristiwa

Ini Program ‘Terakhir‘ Eks Menteri Susi di Kancah Internasional

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiatuti
Setkab
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiatuti

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Spekulasi tentang tak dipilihnya kembali mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiatuti terus merebak sekalipun datang dari netizen dijagad media sosial.

Ya, tagar #WeWantSusi kembali mengisi trending pada hari ini. Apalagi, ada menyebut kalau Susi menolak ajakan presiden Jokowi karena enggan menyita waktunya bersama keluarganya sendiri. Sebab, kesibukan menjadi menteri sangat tinggi.

"Alasannya, ingin meluangkan waktu lebih lama bersama keluarga," kata sumber yang tidak ingin disebutkan namanya kepada NNC di Jakarta, Rabu (23/10/2019)

Dalam catatannya, pada terakhir Menteri Susi sempat menjabat, dia  memprakarsai ASEAN-South Pacific Maritime Dialogue on IUU Fishing di Sidang Umum PBB di New York.

Pertemuan ini merupakan langkah awal pembentukan koalisi aksi di wilayah Asia Tenggara dan Pasifik untuk memberantas Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing.

Acara ini merupakan pelaksanaan dari kesepakatan sherpa High Level Panel (HLP) for a Sustainable Ocean Economy tentang perlunya koalisi aksi sebagai praktik terbaik untuk menyelamatkan laut dunia.

Acara ini merupakan pelaksanaan dari kesepakatan sherpa High Level Panel (HLP) for a Sustainable Ocean Economy tentang perlunya koalisi aksi sebagai praktik terbaik untuk menyelamatkan laut dunia. Perlunya koalisi aksi ini juga ditegaskan oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, dalam intervensinya di forum kepala pemerintahan HLP.

Hadir dalam diskusi kali ini Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Kelautan, Menteri Luar Negeri Timor Leste, Penasihat Menteri Pertanian dan Kerja Sama Thailand, Penasihat Menteri Malaysia, dan perwakilan Misi Diplomatik Permanen Singapura untuk PBB.

Membuka diskusi, Jim Leape dari Stanford University selaku moderator menekankan pentingnya koalisi antarnegara untuk melindungi keberlanjutan sumber daya perikanan dunia. Masing-masing negara kemudian diberikan kesempatan untuk menjelaskan kebijakan nasionalnya.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Irawan.H.P