• News

  • Peristiwa

Kemendes PDTT: Pembangunan Fisik dan Ekonomi Desa Masif

Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Anwar Sanusi
Humas Kemendes
Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Anwar Sanusi

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Anwar Sanusi menyampaikan, pembangunan fisik dan ekonomi desa masif sejak dilaksanakannya Undang-undang (UU) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, dirasakan kebutuhan yang kuat untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) desa.

Kata Anwar, tujuan membangun SDM di desa tujuannya agar perencanaan pembangunan desa lebih kuat berdasarkan data setempat, pelaksanaan pembangunan bersifat partisipatif, dan memberikan hasil yang berdaya guna serta berhasil guna.

"Pengembangan kapasitas warga desa juga butuh ditingkatkan. Tujuannya, agar warga dengan cepat mampu memanfaatkan hasil-hasil pembangunan untuk mempercepat perolehan pendapatan, menjaga gotong royong, serta menjaga kemandirian," kata Anwar.

Pernyataan itu disampaikan Anwar dalam Rapat Koordinasi Program Akademi Desa 4.0 di Ruang Oproom Kemendesa PDTT, Jakarta pada Jumat (25/10/2019).

Percepatan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di desa menuju Indonesia Maju, diklaim paling tepat menggunakan platform digital, yaitu Akademi Desa 4.0 dengan situs akademidesa.kemendesa.go.id.

Selama periode 2015-2018, pembangunan desa sebenarnya lebih banyak dimanfaatkan golongan menengah dan miskin. Sekitar 45 juta golongan bawah desa memperoleh peningkatan pendapatan 3 persen pertahun.

Adapun golongan menengah sebanyak 45 juta jiwa mengalami peningkatan lebih tinggi, hingga 6 persen pertahun. Golongan atas justru mengalami penurunan hingga lebih dari 8 persen sepanjang tahun 2015-2018.

"Inilah yang menjaga indeks gini ratio perdesaan bertahan pada 0,32. artinya cenderung tetap merata," kata Anwar.

Pembangunan desa yang masif masih terus berlangsung, bahkan dengan rencana nilai Dana Desa Rp 400 triliun, yang lebih tinggi daripada Rp 257 triliun sepanjang tahun 2015-2019. Artinya, pemanfaatan hasil pembangunan desa akan lebih besar lagi.

"Ini menunjukkan peningkatan kapasitas SDM desa berpeluang menambahkan manfaat bagi penghidupan warga," ujar dia. 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati