• News

  • Peristiwa

Pentolan ISIS Tewas, Tak Disangka Begini Respon Pemerintah Afghanistan

Pemimpin utama jaringan kelompok Da'esh atau ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi.
ABCnews
Pemimpin utama jaringan kelompok Da'esh atau ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi.

KABUL, NETRALNEWS.COM - Pemerintah Afghanistan menyambut baik kabar tewasnya pemimpin utama jaringan kelompok Da'esh atau ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi.

Kematian pentolan ISIS itu dianggap menjadi pukulan besar terhadap pelaku teror khususnya organisasi cabang ISIS di wilayah Asia.

Di Afghanistan, pada beberapa tahun lalu, sebuah organisasi terhubung ISIS terbentuk dan menjadi salah satu musuh pemerintah yang didukung oleh Amerika Serikat.

Padahal, Pemerintah Afghanistan telah berupaya menundukkan pemberontakan dari organisasi garis keras Taliban sejak 2001.

"Pemerintah Afghanistan menyambut baik operasi militer AS yang menyebabkan tewasnya Baghdadi. Kematian itu menjadi pukulan telak bagi IS dan terorisme," juru bicara Presiden Afghanistan Ashraf Gani, Sediq Sediqqi, dalam unggahannya di media sosial Twitter, Senin (28/10/2019).

Baghdadi yang telah memimpin Da'esh sejak 2010, memutuskan bunuh diri saat ia terdesak oleh pasukan khusus militer AS yang menyerang rumah persembunyiannya di wilayah barat laut Suriah, Minggu (27/10/2019) kemarin.

Kematian Baghdadi pun diumumkan langsung oleh Presiden AS Donald Trump.

Perlu diketahui, organisasi garis keras ISIS di Khorasan (ISIS-K) di Afghanistan telah menyatakan kesetiannya ke Baghdadi, tetapi sampai saat ini belum ada hubungan jelas yang menunjukkan keterkaitan dua kelompok itu.

Khorasan merupakan nama lama dari sebuah daerah yang menjadi wilayah Afghanistan saat ini, dan beberapa tempat di Asia Tengah.

ISIS-K pertama muncul di Afghanistan pada 2014, tepatnya di wilayah timur Provinsi Nangarhar. Di sana, organisasi itu mendirikan markas.

Kelompok tersebut mengumumkan pembentukannya pada Januari 2015, dan sejak saat itu, mereka memperluas pengaruh ke wilayah lain, khususnya di daerah utara. Seringkali, ISIS-K terlibat konflik dengan rival sesama pegaris keras, Taliban.

Organisasi terafiliasi Da'esh itu telah beberapa kali bertanggung jawab terhadap insiden yang mengorbankan sejumlah warga sipil di Kabul dan beberapa kota lain. Walaupun demikian, banyak pejabat pemerintah Afghanistan meragukan klaim dari ISIS-K sehingga organisasi itu tidak begitu banyak mendapat perhatian.

Attaullah Khogyani, juru bicara Gubernur Nangarhar, mengatakan faksi ISIS itu telah melemah, dan kematian Baghdadi akan menjadi pukulan keras bagi ISIS-K.

"Tak diragukan lagi, tewasnya Baghdadi akan berdampak keras pada aktivitas Da'esh (ISIS-K) di Afghanistan," kata Khogyani.

Pasukan militer AS memperkirakan ISIS-K diperkuat oleh 2.000 tentara, tetapi beberapa pejabat pemerintah Afghanistan, memprediksi jumlahnya kemungkinan lebih besar. Namun, Khogyani mengatakan banyak pasukan ISIS-K telah tewas terbunuh dalam berbagai bentrok, sementara beberapa anggota organisasi itu telah menyerahkan diri pada beberapa bulan terakhir.

"Kami memperkirakan jumlah anggota ISIS yang menyerahkan diri akan bertambah," kata dia.

Editor : Nazaruli