• News

  • Peristiwa

Aliansi BEM Menggugat: Perppu KPK Ribut, Giliran Aibon Gate ‘Diem Aje‘

Ratusan mahasiswa dan pemuda ABM saat menggelar unjuk rasa di depan Istana Negara, Senin (11/11/2019).
NNC/Adiel Manafe
Ratusan mahasiswa dan pemuda ABM saat menggelar unjuk rasa di depan Istana Negara, Senin (11/11/2019).

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak  mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) untuk menggantikan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Terkait hal itu, mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Aliansi BEM Menggugat (ABM) mengajak masyarakat menghormati sikap Presiden Jokowi yang tidak mau dipaksa-paksa dalam menerbitkan Perppu KPK, karena itu adalah konstitusional.

Ajakan tersebut disampaikan ratusan mahasiswa dan pemuda ABM saat menggelar unjuk rasa di depan Istana Negara, Senin (11/11/2019).

"Kami tidak ingin ada kegaduhan politik terjadi lagi akibat adanya pihak-pihak yang ingin membangun narasi yang saling membenturkan antar lembaga negara," ungkap korlap aksi Muhammad Nur saat berorasi.

"Tidak ada urgensinya menerbitkan Perppu, kita hormati masyarakat yang menempuh jalur yang digaransi proses hukum secara konstitusi yaitu Judicial Review melalui MK," tegasnya.

Menurut Nur, sebagai agent of control, mahasiswa harus mengedepankan nilai-nilai intelektualitas dalam menyampaikan kritik yang membangun dan memberikan solusi atas kondisi kekinian. ABM bersama pemuda Indonesia sangat mendukung jika ada pihak yang melakukan kajian-kajian dan menempuh jalur Judicial Review atas UU KPK yang baru tersebut.

Kendati demikian, ABM mendukung juga upaya Presiden yang sudah menyiapkan nama-nama Dewan Pengawas KPK yang potensial, kredibel, dan mengerti benar persoalan internal KPK.

"Hasil vonis Sofyan Basir di Pengadilan Tipikor yang dinyatakan tidak bersalah bukti KPK sembrono dan perlu di evaluasi. Makanya penting sekali adanya Dewan Pengawas, dan jangan suudzon dulu, kehadiran dewan pengawas tidak akan melemahkan KPK dalam upaya memberantas dan mencegah tindak pidana korupsi," jelas Nur.

Selain itu, aktivis ABM lainnya Ismail mengajak masyarakat mendukung bersatunya Jokowi dan Prabowo yang memiliki tujuan mulia agar Indonesia semakin maju dan menjaga situasi kembali kondusif.

"Ini adalah sinyal persatuan, sudahi pertikaian yang terjadi saat Pilpres 2019 lalu. Mari dukung Bapak Jokowi dan Prabowo agar bisa mewujudkan Indonesia semakin maju," jelasnya.

Disela-sela aksinya, massa membawa alat peraga berupa spanduk sebagai sindiran kepada pihak-pihak yang mengklaim kelompok antikorupsi dengan tulisan 'Perppu KPK Ribut, Giliran Aibon Gate Diem Aje !!'

Di momentum hari Pahlawan ini, massa aksi juga melakukan aksi tabur bunga sebagai pesan agar pemuda Indonesia tidak melupakan jasa para pahlawan.

"Teladani perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan. Mereka telah memberikan pengorbanan terbaik untuk bangsa dan negara.
Kita doakan NKRI semakin jaya," pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan.H.P