• News

  • Peristiwa

Lieus: Habib Rizieq Tokoh Bangsa, Jangan Biarkan Terkatung-katung di Luar Negeri

Koordinator Forum Rakyat Lieus Sungkharisma.
NNC/Adiel Manafe
Koordinator Forum Rakyat Lieus Sungkharisma.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Koordinator Forum Rakyat Lieus Sungkharisma mengatakan, selama ini Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab tidak menunjukkan surat pencekalan dirinya karena menjaga situasi bangsa tetap kondusif saat Pilpres 2019 lalu.

Hal itu disampaikan Lieus setelah beberapa hari lalu Habib Rizieq menunjukkan lembar kertas yang disebutnya sebagai surat pelarangan ia keluar dari Arab Saudi. Ia mengaku dicekal oleh pemerintah Arab Saudi atas permintaan pemerintah Indonesia dengan alasan keamanan.

"Itu kan sudah lama itu, cuma kita kan menghargai habib. Karena habib nggak mau bikin heboh. Kalau dikasih tahu dari dulu kan panas, sekarang karena (pilpres) sudah selesai, (Jokowi) sudah dilantik, sudah rekonsiliasi baru habib kasih lihat. Itu kan menunjukkan habib sangat bijak," kata Lieus kepada netralnews.com, Selasa (12/11/2019).

"Jadi jangan ditanya lagi kenapa sekarang baru dikeluarkan, itu namanya habib menjaga stabilitas. Coba kalau dulu ditunjukin, itu kan bisa rame, pasti banyak yang marah. Jadi pahamnya mesti begitu, janganlah diolok-olok," sambungnya.

Mantan anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 itu berharap, dengan ditunjukannya surat pencekalan tersebut, maka pemerintah cepat tanggap dan mengambil langkah untuk memulangkan segera Habib Rizieq.

"Pemerintah harus cepat tanggap bahwa Habib Rizieq wajib dipulangkan, jangan bikin terus berkepanjangan. Karena hak asasi setiap warga negara dilindungi oleh undang-undang. Tidak boleh ada anak bangsa yang terkatung-katung di luar negeri, apalagi ini kan tokoh bangsa yang memiliki umat jutaan," tegas Lieus.

Sebelumnya, Habib Rizieq Shihab mengaku dicekal oleh pemerintah Arab Saudi atas permintaan pemerintah Indonesia dengan alasan keamanan dan bukan karena adanya pelanggaran hukum.

Pernyataan itu disampaikan Habib Rizieq lewat video sambutannya pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW di DPP FPI. Video tersebut diunggah di Channel YouTube Front TV, Jumat (8/11/2019).

"Saya dicekal disini bukan karena saya melakukan pelanggaran keimigrasian, bukan saya melakukan pelanggaran pidana atau perdata, bukan karena saya melakukan suatu kejahatan di Saudi ini atau kesalahan, tidak. Hanya karena alasan keamanan," kata Habib Rizieq.

Dalam video itu, Habib Rizieq menunjukkan dua lembar kertas yang disebutnya sebagai surat pelarangan ia keluar dari Arab Saudi. Menurutnya, pencekalan dilakukan sejak 1 Syawal 1439 H, Juni 2018 lalu.

"Saya tunjukkan pertama, ini adalah surat yang berisi tentang visa saya. Visa saya berlaku tanggal berapa, berakhir tanggal berapa, ini lembaran yang menerangkan tentang persoalan masa berlakunya saya punya visa," ujar Habib Rizieq.

"Nah kemudian lembaran yang satu lagi ini adalah lembaran yang menerangkan bahwa saya dicekal, sekali lagi ini lembaran yang menunjukkan bahwa saya dicekal sejak tanggal 1 Syahwal 1439 sampai hari ini. Disini ditulis bahwa saya dilarang keluar, saya dilarang bepergian dari Saudi, bahkan disini dituliskan sebabnya adalah karena alasan keamanan," pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan.H.P