• News

  • Peristiwa

KPK Garap Petral, Justru Ini Reaksi Menlu Retno

Menlu Retno Marsudi
Biro Setpres
Menlu Retno Marsudi

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi tidak beri pernyataan tegas soal kasus dugaan suap Pertamina Energy Trading Limited ( Petral).

Meski, Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) mengungkap dua negara tidak kooperatif hingga KPK kesulitan untuk menguak bukti lintas negara terhadap kasus dugaan suap perdagangan minyak mentah dan produk kilang Petral.

"Kok Petral sih, enggak-enggak," ujar Retno sembari menggoyangkan telapak tangannya saat ditanya di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen RI Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif berharap semua pihak dapat mendukung penanganan perkara dugaan suap yang menjadi perhatian besar Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu.

Untuk mengungkap kasus dugaan suap itu, kata Syarif, memerlukan kerja sama internasional yang kuat. Namun, terdapat dua negara tak kooperatif membantu mengungkap kasus tersebut.

"Perlu disampaikan bahwa kasus ini melibatkan beberapa negara yaitu Indonesia, Thailand, Uni Emirat Arab, Singapura, British Virgin Island, dan sayangnya hanya dua negara yang mau membantu, sedang dua negara lain tidak kooperatif," kata Syarif seperti yang dinukil dari Antara.

Terlibatnya sejumlah perusahaan di beberapa negara save heaven seperti British Virgin Island, kata dia, menambah kesulitan dalam pengungkapan kasus.

Kasus itu mulai diselidiki KPK sejak Juni 2014 dan kini sedang di tahap penyidikan. Namun, KPK baru berhasil menetapkan satu orang yaitu BTO sebagai tersangka pada September 2019.

Editor : Firman Qusnulyakin