• News

  • Peristiwa

Ahok Bakal Jadi Pejabat BUMN, Lieus Sungkharisma Dukung Presiden Jokowi

 Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak) Lieus Sungkharisma
Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak) Lieus Sungkharisma

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berencana mengangkat mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP/Ahok) sebagai pejabat di salah satu BUMN.

Kabar masuknya Ahok di BUMN diperkuat dengan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut saat ini Ahok sedang mengikuti seleksi untuk mendapatkan posisi di salah satu perusahaan plat merah.

Menanggapi hal itu, koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak) Lieus Sungkharisma menilai, tidak ada yang salah jika Ahok diangkat menjadi pejabat BUMN.

“Tak apa-apa juga kalau Ahok diangkat jadi komisaris di Pertamina maupun PLN. Itu hak pak Jokowi selaku presiden. Jangankan komisaris, jadi direktur pun boleh-boleh saja," kata Lieus dalam keterangan tertulis yang diterima netralnews.com, Jumat (15/11/2019).

Menurutnya, kasus penistaan agama yang pernah menjerat Ahok juga tidak bisa dijadikan dasar untuk menghalangi mantan Bupati Belitung Timur itu menjadi pejabat BUMN.

"Toh sebagai orang yang pernah dinyatakan bersalah, Ahok sudah dihukum untuk kesalahannya di masa lalu itu. Statusnya sebagai orang yang pernah dihukum tidaklah mematikan haknya untuk jadi pejabat di BUMN," ujarnya.

"Lagi pula siapa tau hukuman yang dijalaninya dulu membuat Ahok sudah berubah. Dia jadi tidak lagi emosional dan tidak lagi bicara kasar,” sambung eks juru kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 itu.

Lieus mengatakan, apapun yang pernah terjadi di masa lalu seseorang, pada intinya setiap warga negara berhak bahkan berkewajiban untuk bersumbangsih pada negara.

“Jadi, terlepas dari hukuman yang pernah diterimanya, Ahok tetaplah warga negara yang memiliki hak untuk berkontribusi pada bangsa dan negara ini,” ucap dia.

Ditegaskannya, tidak ada alasan bagi bangsa ini untuk terus menerus memendam kebencian pada seseorang. Apalagi Ahok telah menjalankan kewajibannya sebagai warga negara yang baik dan taat akan hukum.

“Sekali lagi, bahwa Ahok pernah dinyatakan bersalah, toh dia sudah menerima hukumannya. Siapa sih di antara kita yang tidak pernah melakukan kesalahan? Hanya saja kadang kesalahan kita berbeda-beda, Lagi pula, tidak ada jaminan pejabat yang gak pernah dihukum, tidak akan melakukan kesalahan,” tandas Lieus.

Lebih lanjut, Lieus berharap jika nanti Ahok benar-benar ditunjuk presiden Jokowi menjadi salah satu pejabat di BUMN, apakah sebagai komisaris atau direktur di Pertamina maupun PLN, Ahok bisa benar-benar menjalankan amanah itu dengan baik dan tidak lagi bersikap arogan.

“Tegas dan kritis itu boleh. Tapi bersikap kasar dan merendahkan orang lain jangan lagi terulang,” pungkas Koordinator Forum Rakyat itu.

Sebelumnya, kabar Ahok akan memimpin salah satu BUMN ini beredar setelah mantan Gubernur DKI Jakarta itu

menemui Menteri BUMN Erick Thohir di Kantor Kementerian BUMN, Rabu (13/11/2019) kemarin.

Usai pertemuan, Ahok mengaku banyak berbicara dengan Erick soal perusahaan BUMN. "Saya cuma diajak untuk masuk di salah satu BUMN. Kalau untuk bangsa dan negara, saya pasti bersedia. Apa saja boleh, yang penting bisa bantu negara," kata Ahok kepada wartawan usai pertemuan dengan Erick.

Hal itu dibenarkan Erick Thohir. Ia menjelaskan alasan dirinya mengajak Ahok gabung ke BUMN karena rekam jejak politisi PDIP itu jelas dan konsisten sebagai pemimpin, terutama dalam hal melakukan pembangunan.

"Ya saya rasa beliau juga tokoh yang konsisten yang sudah jelas track record-nya bisa terus membangun," kata Erick ditemui di Kompleks Istana, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Menurutnya, BUMN perlu banyak figur

yang bisa jadi pendobrak. Dan ia meyakini Ahok adalah salah satu tokoh yang mampu melakukan itu.

"BUMN 142 perusahaan, kita perlu figur-figur yang bisa pendobrak, tidak mungkin 142 BUMN dipegang satu orang. Kita harapkan ada perwakilan perwakilan yang memang punya track record pendobrak," jelasnya.

Sinyal masuknya Ahok di BUMN diperkuat dengan pernyataan Presiden Jokowi yang menyebut saat ini Ahok sedang mengikuti seleksi untuk menjadi pemimpin di salah satu perusahaan plat merah.

"Kita tahu kinerjanya Pak Ahok. Jadi, ini masih dalam proses seleksi," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Lantas, Ahok akan menjadi direksi atau komisaris? "Bisa dua-duanya, tapi pakai proses seleksi dan masih dalam proses," ujar Presiden Jokowi.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli