• News

  • Peristiwa

Gubernur Anies Gusur Bangunan di Sunter, Fraksi PDIP: Sudah Kami Duga !!!

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono
Dokumen NNC/Adiel Manafe
Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dalam penataan kawasan Sunter, Gubernur DKI Jakarta melakukan penertiban bangunan di Sunter, Jakarta Utara. Terkait itu Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono mengatakan, untuk menata Jakarta tidak mungkin tanpa penggusuran.

Gembong pun mengaku sudah menduga jauh-jauh hari sebelumnya bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun akan melakukan penggusuran itu meski dalam janji kampanyenya mengucapkan tidak akan menggusur.

"Apa yang diucapkan saat kampanye itu hanya lips servis untuk mendapatkan simpati masyarakat," kata Gembong di Gedung DPRD DKI, Selasa (19/11/2019).

"Untuk melakukan penataan Jakarta ya harus (ada penggusuran). Mau tidak mau, harus lakukan itu. Tapi, apa yang dilakukan itu kan kontradiksi dengan apa yang diucapkan," sambungnya.

Sementara Wakil Ketua DPRD DKI, Mohammad Taufik menilai apa yang dilakukan pemerintah dalam menertibkan bangunan dan tempat usaha warga di Jalan Sunter Agung, Jakarta Utara sudah sangat tepat.

Menurutnya penertiban tersebut untuk penataan lingkungan di wilayah Sunter, Jakarta Utara. Terlebih penataan yang dilakukan sebagai upaya penanggulangan banjir dan penataan lingkungan.

Terkait janji kampanye Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang tidak akan melakukan penggusuran, dirinya menegaskan bahwa Gubernur Anies Baswedan tidak pernah berjanji untuk tidak melakukan penggusuran.

"Setahu saya nggak ada janji, kalau tidak ada penggusuran," ujar Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta itu.

Taufik juga mengharapkan agar semua pihak melihat dengan jelas lokasi atau status tanah tersebut, apakah milik individu atau pun milik pemerintah.

Upaya dilakukan pemerintah bukan penggusuran tetapi penataan dan penertiban bangunan yang tidak sesuai dengan fungsinya. Penataan itu sendiri dilakukan untuk mendukung program pemerintah menormalisasi saluran air sepanjang 400 meter dengan lebar sekitar enam meter. Diketahui, wilayah tersebut sering tergenang saat musim hujan.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Sesmawati