• News

  • Peristiwa

KPK Panggil Tujuh Saksi Terkait Kasus Proyek di Medan

Juru bicara KPK Febri Diansyah.
Juru bicara KPK Febri Diansyah.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat memanggil tujuh saksi dalam penyidikan kasus suap terkait proyek dan jabatan pada Pemerintah Kota Medan Tahun 2019.

Tujuh saksi tersebut diagendakan diperiksa untuk tiga tersangka, yakni Wali Kota Medan nonaktif Tengku Dzulmi Eldin (TDE), Kepala Dinas PUPR Kota Medan Isa Ansyari (IAN), dan Kepala Bagian Protokoler kota Medan Syamsul Fitri Siregar (SFI).

"Hari ini, KPK mengagendakan pemeriksaan tujuh saksi untuk tiga tersangka dalam tindak pidana korupsi suap terkait proyek dan jabatan pada Pemerintah Kota Medan Tahun 2019," ucap Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Jumat, (22/11/2019).

Pemeriksaan terhadap tujuh saksi tersebut dilakukan di Kantor Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sumatera Utara.

Tujuh saksi, yakni Kasi Pemeliharaan Jalan Dinas PU Medan Zulfan Haryanto serta enam orang dari unsur swasta masing-masing Irwanta Purba, Olpen Sianipar, Ibnu Harahap, Bernard Marolo Sitohang, Miko Yova Malau, dan Lincoln Rowandi Sirait.

Diketahui, KPK pada Rabu (16/10) telah menetapkan tiga tersangka tersebut terkait dugaan penerimaan suap.

Dzulmi ditetapkan sebagai tersangka setelah diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Medan bersama dengan Syamsul Fitri Siregar, Isa Ansyari, ajudan Wali Kota Medan Aidiel Putra Pratama, dan Sultan Sholahuddin pada Selasa (15/10).

Dalam perkara ini, Dzulmi diduga menerima sejumlah uang dari Isa Ansyari.

Pertama, Isa memberikan uang tunai sebesar Rp20 juta setiap bulan pada periode Maret-Juni 2019. Pada 18 September 2019, Isa juga memberikan uang senilai Rp50 juta kepada Dzulmi.

Dilansir Antara, pemberian kedua terkait dengan perjalanan dinas Dzulmi ke Jepang yang juga membawa keluarganya.

Editor : Sulha Handayani