• News

  • Peristiwa

Kebobolan Rp32 Miliar, Bank DKI Dinilai Tak Profesional Jaga Uang Nasabah

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Saefullah.
Bank DKI
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Saefullah.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah mengaku kecewa dengan sistem pengelolaan keamanan Bank DKI sehingga dengan mudah dibobol oleh 12 oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta.

Menurutnya, perusahaan perbankan plat merah milik pemerintah DKI itu tak bekerja secara profesional dalam menjaga uang nasabah.

Padahal, lanjut dia, nasabah sudah susah payah mencari uang untuk disimpan ke tempat yang dirasa lebih aman. Namun nyatanya Bank tersebut tak bekerja dengan baik.

"Karena kita juga merasa kecewa sekali, ya. Cari uangnya begitu susah, masa begitu mudah juga dijebol oleh mereka," kata Sekda di Gedung DPRD, Kamis (21/11/2019).

Saefullah mengaku, dirinya belum mendapatkan laporan langsung dari Bank DKI mengenai pencurian uang senilai Rp32 miliar yang dilakukan oleh puluhan oknum Satpol PP DKI.

Namun demikian, Saefullah mendesak aparat kepolisian Polda Metro Jaya untuk menuntaskan kasus pembobolan perbankan milik DKI itu.

"Saya belum dilaporkan. Belum ada laporan resmi ke saya, saya baru dengar sayup-sayup. Tapi saya pikir harus diusut tuntas," papar dia.

Bank DKI, kata Sekda, harus juga mendapatkan hukuman yang berat agar kejadian tersebut tak terulang kembali Karena dapat merugikan nasabah.

"Saya rasa harus diusut tuntas dan harus diberikan law enforcement, punishment yang berat, harus, harus," tegas Saefullah.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Irawan.H.P