• News

  • Peristiwa

Bikin Gelisah, Hasto Sebut Program Ini Bukan untuk Mematikan Orang Asli Papua

 Kepala BKKBN Hasto Wardoyo
foto: antara
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo

MANOKWARI, NETRALNEWS.COM - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo memastikan program keluarga berencana (KB) bukan menjadi ancaman bagi pertumbuhan penduduk orang asli Papua, melainkan untuk merencanakan pembangunan keluarga yang sehat dan sejahtera.

"Kalau saya prioritas yang utama itu menjawab kegelisahan mereka bahwa dengan program BKKBN ada semacam ancaman terhadap pertumbuhan penduduk sehingga ada pendataan keluarga di sini dimasukkan karena saya ingin membuktikan bahwa program ini tidak mematikan orang asli Papua," kata Hasto sebelum mengakhiri kunjungan kerja ke Papua Barat, Jumat.

Hasto menekankan bahwa program KB bukan untuk membatasi jumlah anak melainkan mengatur jarak kelahiran antar anak dan mendukung orang tua dalam rangka membangun keluarga berkualitas.

Hasto ingin agar persepsi benar tentang keluarga berencana yang kemudian berkembang di tengah masyarakat sehingga masyarakat bisa menerima dan berpartisipasi dalam program KB untuk membentuk keluarga sehat sejahtera.

"Kampung KB menjaga supaya ibu dan anak sehat dalam membangun generasi unggul," tambahnya dinukil Antara.

Oleh karena itu, dalam kunjungan kerja di Papua dan Papua Barat, Hasto mengkampanyekan KB yang bertujuan untuk membangun keluarga sehat, sejahtera dan mandiri bukan untuk menghambat pertumbuhan orang asli Papua. Justru dengan merencanakan jarak antar kelahiran anak di keluarga Papua, maka dapat mendukung kelahiran dan tumbuh kembang generasi Papua yang unggul dan sehat.

Dia ingin memberikan pemahaman dan wawasan benar mengenai KB sehingga mengubah paradigma sebagian warga yang ragu dengan program KB, dengan demikian tidak ada lagi isu KB ditolak di wilayah itu.

Tentunya untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang KB, maka peran para kader di daerah sangat penting terutama untuk menjangkau warga hingga ke pelosok daerah.

Diskusi dengan pimpinan daerah, dinas setempat, tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat juga menjadi bagian penting untuk memperkuat komitmen membangun KB di tiap daerah.

Editor : Taat Ujianto