• News

  • Peristiwa

Polisi Periksa 25 Saksi Terkait Pembobolan Bank DKI

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus
Istimewa
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Polda Metro Jaya menyelidiki kasus dugaan pembobolan ATM Bank DKI yang dilakukan oleh Anggota Satpol PP DKI Jakarta. Sebanyak 41 orang yang diduga membobol ATM telah dipanggil untuk dimintai keterangan. Namun, hanya 25 orang yang memenuhi panggilan polisi.

"Hasil pemeriksaan awal, ternyata berkembang menjadi 41 orang yang diduga sudah melakukan. Sebanyak 41 orang yang dilakukan pemeriksaan, tapi 25 orang yang hadir untuk diperiksa," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Yusri Yunus, Jumat (22/11/2019).

Yusri menjelaskan penyidik sudah memanggil 41 orang. Keseluruhannya tak berprofesi sebagai Satpol PP DKI Jakarta. Namun semua yang profesi yang ada kaitannya dengan kasus tersebut.

"Bukan, enggak semuanya (berprofesi sebagai Satpol PP)," tuturnya.

Hingga saat ini, lanjut Yusri, pihaknya belum menetapkan tersangka atas dugaan pembobolan ATM tersebut. Namun penyidik masih menyelidiki dugaan kesalahan sistem dari pihak Bank. 

Selain itu, polisi juga sudah memanggil pihak Bank DKI guna dimintai keterangan terkait dugaan kesalahan sistem yang menyebabkan pembobolan ATM. 

"(Pihak Bank DKI) sudah diambil keterangan untuk mengetahui sistem yang ada," ungkap Yusri. 

Yusri menambahkan modus yang dilakukan oleh oknum Satpol PP dalam membobol ATM Bank DKI hanya bermodal Rp4 ribu rupiah. Pembobolan ini berawal dari ketidaksengajaan.

"Modus operasinya adalah mengambil uang di ATM bersama sesuai dengan apa yang diinginkan, kemudian yang terpotong dalam rekeningnya itu Rp4 ribu," ungkapnya.

Namun, Yusri tidak merinci siapa yang melakukan hal itu. Akan tetapi, hal ini berawal dari ketidaksengajaan saat melakukan penarikan tunai.

Menurut Yusri, cara seperti ini memang sudah dilakukan oleh banyak orang sejak bulan April 2019 sampai dengan bulan Oktober 2019. Kerugian yang diterima Bank DKI sudah ditaksir hampi mencapai Rp50 miliar.

Seperti diketahui, anggota Satpol PP diduga menguras ATM salah satu bank swasta yang terhubung ke Bank DKI. Oknum Anggota Satpol PP Jakarta Barat berinisial MR diduga melakukan penarikan uang di ATM tanpa mengurangi saldo alias membobol ATM. Kasatpol PP DKI Jakarta, Arifin, angkat bicara tentang hal tersebut.

Para oknum ini disebutkan awalnya mengambil uang di ATM Bersama, tetapi saldonya tak berkurang. Mereka pun berulang kali mengambil uang tersebut dari periode Mei hingga Agustus 2019.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Nazaruli