• News

  • Peristiwa

Banjir Terjang Solok Selatan, Jembatan Utama Terancam Ambruk

Ilustrasi banjir
Istimewa
Ilustrasi banjir

PADANG ARO, NETRALNEWS.COM - Satu jembatan utama di Nagari Pakan Rabaa, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, yang dibangun pada tahun 1992 terancam ambruk setelah banjir bandang yang terjadi di daerah itu pada Rabu (20/11/2019).

Jembatan penghubung Jorong Sungai Pangkua menuju pusat Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Pakan Rabaa, tersebut amblas pada Jumat sekitar pukul 05.30 WIB.

Bupati Solok Selatan Muzn Zakaria ketika meninjau jembatan tersebut, Jum'at, mengatakan akan segera menyurati Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait pembangunan atau perbaikan jembatan tersebut.

Saat ini jembatan tersebut hanya bisa dilalui dengan pejalan kaki atau kendaraan roda dua. Untuk kendaraan roda empat atau lebih harus memutar melalui jalan alternatif dengan menempuh jarak hingga 10 km.

Di Jorong Sungai Pangkua terdapat SMAN 5 Solok Selatan, MTsN Pakan Rabaa, dua SD negeri dengan total jumlah pelajar sekitar 1.500, serta KUA Koto Parik Gadang Diateh.

Sementara warga yang akan mengalami kesulitan akses jalan akibat amblasnya jembatan tersebut diperkirakan mencapai 4.000 jiwa.

Jembatan itu terlihat sudah dalam kondisi sangat mengkhawatirkan dengan konstruksi yang sudah tidak layak lagi untuk dilewati kendaraan, karena dalam kondisi rawan ambruk

Kepala Pelaksana BPBD Solok Selatan Richi Amran mengatakan bahwa kerugian akibat rusaknya jembatan tersebut diperkirakan mencapai Rp5 miliar.

Sedangkan untuk melakukan pembangunan baru dengan konstruksi baja, diperkirakan menelan dana Rp12 miliar hingga Rp15 miliar.

Pada hari yang sama, Wakil Bupati Solok Selatan Abdul Rahman meninjau korban bencana banjir di Nagari Pakan Rabaa Timur.

Selain meninjau beberapa titik bencana, Wabup juga meninjau salah satu Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Pasia Panjang yang tidak dapat mengaliri listrik ke 86 rumah warga.

PLTMH Pasia Panjang yang berkapasitas 28 KW, dalam kondisi rusak dan tidak dapat beroperasi dikarenakan dinding saluran air PLTMH tersebut amblas sepanjang 40 meter karena banjir.

Editor : Nazaruli