• News

  • Bisnis

Kemenko Maritim dan Investasi Bahas Pentingnya Tanamkan Peduli Sampah Pada Anak

Peluncuran Program Integrasi Pembelajaran Pengelolaan Sampah dalam Pendidikan di Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah
Netralnews/PD Juarno
Peluncuran Program Integrasi Pembelajaran Pengelolaan Sampah dalam Pendidikan di Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dalam rangka menanamkan pentingnya peduli sampah pada anak, Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Kemaritiman dan Investasi bekerja sama dengan Danone-Aqua mengadakan ‘Peluncuran Program Integrasi Pembelajaran Pengelolaan Sampah dalam Pendidikan di Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah’. Acara ini dibuka langsung oleh Plt. Sesmenko Maritim dan Investasi Agung Kuswandono.

“Seperti yang diketahui, kita penghasil sampah ke dua di dunia, namun berapa jumlahnya bukan lagi yang jadi masalah, tetapi lebih masalahnya ialah sampah tersebut dibuang ke mana. Masyarakat sekarang susah diberitahu dampak sampah minimal untuk buang sampah di tempatnya, yang paling mudah diajarkan, diedukasi adalah anak-anak. Mereka lebih mudah ditanamkan untuk peduli sampah di lingkungan sekitar, lebih mudah menanamkan pengetahuan dan perilaku ini,” kata Plt Sesmenko Agung di Hotel Westin Jakarta, Selasa (26/11/2019).

Plt Sesmenko Agung memaparkan, dengan target anak-anak diharapkan juga nantinya mampu ‘mengajari’ sekitarnya mulai dari keluarga yakni kakak-adik hingga orangtuanya mengenai bagaimana pentingnya kebersihan.

“Mengoreksi ayah-ibu nya ‘Yah-Bu, jangan buang sampah sembarangan’, bagaimana bisa tahu mengenai sampah. Saya rasa orang tua yang tadinya tidak peduli akan sampah, akan malu jika malah diajarkan anak, bukan mereka yang mengajarinya. Kalau mereka tidak malu, ya kebangetan,” jelasnya

Plt Sesmenko Agung sangat berharap agara seluruh Indonesia diupayakan mampu kembangkan program seperti ini, memahami mengelola sampah.

“Jadi mohon kegiatan ini segera diterapkan langsung di sekolah, minimal anak-anak dalam waktu singkat mengetahui mengelola sampah dengan baik, mengelola sendiri dan mengajak ayah ibu dan kakaknya mengelola sampah dengan baik. Kalau kita tata awal, insya allah masalah sampah ini bisa teratasi,” ujarnya.

Dalam upaya pengolalaan sampah ini sendiri, lanjut Plt Sesmenko, memang tidak bisa ditangani oleh hanya pemerintah, namun sangat butuh bantuan masyarakat luas dan pihak lainnya. Oleh sebab itu dengan adanya sinergi perusahaan seperti Danonen-Aqua ini, dirinya sangat apresiasi dan menunggu perusahaan lainnya untuk budaya bersih indonesia.

“Untuk kegiatan budaya bersih ini, bukan hanya satu pihak tetapi seluruh anak bangsa, semua yang hadir kami ingin libatkan seluruh yang terlibat di sini. Mari tanamkan ‘sampahku, tanggung jawabku’,” pungkas Plt. Sesmenko.

Menambahkan apa yang diungkapkan Plt Sesmenko Agung, Deputi Bidang Koordinasi SDM, Iptek dan Budaya Maritim Safri Burhanuddin mengungkapkan bahwa Integrasi pembelajaran pengelolaan sampah ke dalam pendidikan formal di sekolah-sekolah merupakan upaya terstruktur dan sistematis untuk merubah pola pikir dan pola hidup masyarakat, utamanya generasi muda atau generasi milenial.

“Diharapkan agar melalui pembelajaran di sekolah dapat memberikan dampak positif bagi perubahan cara pikir dan bertindak mulai dari diri sendiri, lingkungan sekolah dan lingkungan yang lebih luas lagi,” ujar Deputi Safri

Tindakan tersebut juga nantinya bukan hanya membuang sampah sendiri tetapi peduli akan sampah sekitar.  “Kalau lihat sampah di jalan, pungutlah, tidak apa-apa, memungut sampah di jalan bukan lah kegiatan hina kok. Itu kegiatan mulia,” tutup Deputi Safri.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Nazaruli