• News

  • Peristiwa

Ketua DPRD Telah Proses Pengaduan terhadap William, Ini Sanksinya

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi
Istimewa
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi sudah menentukan sanksi untuk anggota Fraksi PSI William Aditya Sarana yang divonis bersalah karena mengungkap usulan anggaran lem aibon Rp 82 miliar.

Menurut anggota Badan Kehormatan DPRD DKI yang juga rekan William di Fraksi PSI, August Hamonangan, William dijatuhi sanksi berupa teguran lisan.

"Itu bahasanya dari Ketua DPRD akan menyampaikan supaya William bersikap sesuai proporsionalitas," kata August, Jumat (29/11/2019).

Meski demikian, August mengatakan, teguran lisan yang diberikan kepada William tidak akan berpengaruh terhadap sikap PSI. Pendatang baru di DPRD DKI Jakarta itu akan tetap melontarkan kritik-kritik tajam kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Penguatan fungsi dewan untuk mengkritisi pemerintah dan memberikan ruang bagi masyarakat agar dapat mengetahui perkembangan dan bahkan untuk berdiskusi tentang hal itu tetap kami (PSI) lakukan," kata August.

Diketahui, BK DPRD telah merampungkan pembahasan dan memberikan rekomendasi terkait kasus William yang mengunggah anggaran lem Aibon senilai Rp82,8 miliar pada Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) di media sosial.

"Prosesnya selesai. Terus tinggal berkasnya saya kasihkan kepada pimpinan," tutur Ketua BK DPRD DKI Achmad Nawawi, Jumat (29/11/2019).

Dari hasil pembahasan dan penyelidikan, BK DPRD sepakat bahwa William melanggar kode etik terkait proporsionalitas sebagai anggota dewan.

Hal ini dikarenakan William bukan anggota dewan dari Komisi E yang secara langsung mengurusi persoalan itu. BK menilai tidak seharusnya William mempersoalkan anggaran KUA-PPAS 2020 dari komisi tersebut.

"Padahal Komisi E ada orang PSI. Wakil Komisi E itu orang PSI, kan? Ada dua orang (PSI) duduk di Komisi E. Kenapa yang angkat (persoalan) itu William?" terang Nawawi.

 

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Nazaruli