• News

  • Peristiwa

BKKBN Ajak Pelajar Jauhi Seks Bebas, Ini Tujuannya

Ilustrasi seks bebas.
Istimewa
Ilustrasi seks bebas.

PONTIANAK, NETRALNEWS.COM - Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar, Kusmanamengajak para pelajar SMA/sederajat di Kabupaten Melawi untuk menjauhi pergaulan bebas, narkoba dan seks bebas agar terhindar dari penyakit HIV/AIDS.

"Kepada para pelajar kami imbau agar menghindar dari hal-hal yang merugikan, seperti menggunakan obat-obat terlarang, minum-minuman keras, seks bebas dan perkawinan dini demi masa depan yang lebih baik," kata Kusmanasaat menjadi narasumber dan motivator dalam kegiatan seminar motivator class untuk ratusan pelajar SMA/sederajat se-Kabupaten Melawi, Senin (2/12/2019).

Menurutnya, para pelajar ini juga harus mengetahui apa itu kesehatan reproduksi, terutama bagi para pelajar putri, karena hal sangat penting untuk kelangsungan hidupnya di masa yang akan datang.

"Pengetahuan tentang kesehatan alat reproduksi itu perlu dipahami oleh remaja putri umumnya kaum muda Indonesia dalam memproteksi diri, karena kalau remaja putri ini kuat memproteksi dirinya maka mereka tidak mudah tergoda oleh virus-virus negatif tersebut," katanya.

Kemudian, pada tanggal 1 Desember merupakan peringatan hari HIV/AIDS sedunia yang bisa menjadi momentum tepat dalam mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera dan berkualitas.

"Nah ini tidak terlepas dari pergaulan remaja, yang diharapkan mampu melepaskan diri dari persoalan penyakit sosial termasuk melakukan seks bebas dan tidak terjangkit HIV/AIDS," katanya.

Dalam seminar, TP PKK Kabupaten Melawi, Dinas P2KB-P3A Melawi dan Wahana Visi dan BKKBN Kalbar, mengundang pasangan suami istri. "Diharapkan mereka juga peduli dan terhindar dari penyakit HIV/AIDS," katanya.

Sementara itu, ujar Kusmana, dalam kegiatan seminar motivator class, panitia juga menghadirkan, Steve Gratia yang merupakan seorang motivator berasal dari Cirebon.

"Steven juga memberi motivasi agar para pelajar ini dapat mempersiapkan diri dengan baik menuju masa depan yang baik pula," katanya dilansir dari Antara.

Editor : Widita Fembrian