• News

  • Peristiwa

Kasus Harley Via Garuda, IPW: Mungkin Libatkan Orang Penting, Polisi Harus Bongkar

Neta S Pane, Ketua Presidium Indonesian Police Watch.
cendananews.com
Neta S Pane, Ketua Presidium Indonesian Police Watch.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Indonesia Police Watch (IPW) mendesak aparat kepolisian menangkap dan menahan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara (Ari Askhara) terkait kasus penyelundupan komponen Harley Davidson dan sepeda Brompton melalui pesawat baru Garuda Indonesia.

"IPW mendesak Direskrimsus Polda Metro Jaya bergerak cepat segera menangkap dan menahan Dirut Garuda Ari Askharadan semua pihak yang terlibat dalam aksi penyelundupan tersebut," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/12/2019).

Neta juga meminta polisi mengusut dengan serius apakah kasus penyelundupan yang diduga melibatkan Dirut Garuda ini baru pertama kali dilakukan atau sudah berulang kali terjadi tapi tidak terbongkar.

"Dengan demikian jajaran kepolisian bisa membongkar jaringan penyelundupan lewat pesawat udara, terutama yang melibatkan oknum pejabat tinggi.
Selama ini, aksi penyelundupan lewat udara hanya sekadar isu dan sangat  sulit tersentuh. Mungkin karena melibatkan orang-orang penting," ujarnya.

Neta menambahkan, jika polisi berhasil menuntaskan kasus penyelundupan melalui pesawat Garuda Indonesia itu, maka publik tentunya akan memberi apresiasi pada Polri.

"Publik akan melihat bahwa jajaran Polri tidak cuma berani menangkap dan menahan para penyelundup pakaian bekas dari luar negeri, yang jumlah kerugian negaranya tidak terlalu besar, tapi berani juga menangkap dan menahan penyelundup kelas kakap via udara," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Menteri BUMN Erick Thohir memberhentikan Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askharakarena diduga terlibat dalam penyelundupan komponen Harley Davidson menggunakan pesawat Garuda Indonesia.

"Saya sebagai Kementerian BUMN akan memberhentikan direktur utama Garuda dan tentu proses pada ini karena perusahaan publik ada prosedurnya," ujar Erick di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis (5/12/2019).

"Dari laporan yang kita dapat dari komite audit bahwa di sini disebutkan mempunyai kesaksian tambahan siang ini bahwa motor Harley Davidson diduga saudara AA," ujarnya.

Menurut Erick, berdasarkan audit komite, pembelian komponen Harley-Davidson merupakan pesanan AA melalui pegawainya. AA memerintah untuk mencarikan sepeda motor Harley-Davidson sejak 2018 lalu.

"Saudara AA memberikan instruksi untuk mencari motor klasik Harley Davidson, tipe Shovelhead tahun 2018. Lalu motor tahun 1970-an motor klasik, lalu pembelian dilakukan bulan April 2019," papar Erick.

Dijelaskannya, transaksi pembelian dilakukan pada April 2019 melalui rekening pribadi bagian keuangan Garuda di Amsterdam. Hingga akhirnya motor dibawa ke Indonesia atas nama salah satu pegawainya yang berinisial SAS pada penerbangan Garuda Indonesia menggunakan pesawat Airbus A330-900 pada 17 November 2019 lalu.

"Proses transfer dari Jakarta ke rekening pribadi finance manager dari Amsterdam. Saudara IJ membantu mengurus proses pengiriman dan lain-lain tapi akhirnya seperti hari ini. Ini yang sungguh menyedihkan ini proses secara menyeluruh dalam BUMN, bukan individu, menyeluruh," ungkap Erick.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan.H.P