• News

  • Peristiwa

Pengamat: Rocky Gerung Telah ‘Bermigrasi‘ Dari Akademis Jadi Politisi?

Pengamat: Rocky Gerung telah 'Bermigrasi' dari akademis jadi politisi?.
Militan
Pengamat: Rocky Gerung telah 'Bermigrasi' dari akademis jadi politisi?.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pengamat politik Emrus Sihombing mengomentari pernyataan Rocky Gerung yang menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak paham Pancasila.

Menurutnya, ukuran yang digunakan Rocky Gerung hanya satu sisi dan sangat-sangat subyektif karena sama sekali menapikkan program Jokowi yang tak terbantahkan sesuai dengan Pancasila.

"Yang tidak sesuai dengan Pancasila dari perspektif Gerung dengan memberikan contoh yang sangat subyektif dan perspektif, yaitu kenaikan iuran BPJS Kesehatan sebagai kebijakan tak tepat dilakukan dalam keadaan ekonomi yang sulit. Walapun penilaian ini sangat terbuka lebar perdebatan," kata Emrus dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (7/12/2019).

"Sementara kebijakan Jokowi satu harga BBM di Papua, misalnya. Gerung sengaja tutup mata. Padahal, program ini jelas sebagai turunan dari Sila Kelima Pancasila, Kedailan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Karena itu, kebijakan ini sebagai perwujudan keadilan," sambungnya.

Direktur Emrus Corner ini menilai, Rocky Gerung bersikap demikian karena menggunakan 'kacamata kuda' dalam memandang program Presiden Jokowi.

"Memang Gerung acapkali menggunakan kacamata 'kuda' terhadap kebijakan dan program pemerintahan Jokowi, ketika berpendapat di ruang publik," paparnya.

Emrus menambahkan, Rocky juga telah membangun dirinya sebagai aktor politik yang selalu mengambil posisi berseberangan dengan pemerintahan Jokowi.

"Ia tampaknya telah melepaskan 'baju akademiknya.' Ataukah dia sudah 'bermigrasi' dari seorang akademis menjadi politisi?" ujar Emrus.

"Merujuk pada keseluruhan lontaran pesan komunikasi, menurut hemat saya, Gerung telah membangun dirinya sebagai aktor politik yang selalu mengambil posisi berseberangan dengan pemerintahan Jokowi," pungkasnya.

Sebelumnya, Rocky Gerung saat menjadi pembicara di ILC, Selasa (4/12/2019), menyebut Pancasila gagal sebagai ideologi karena sila-sila di dalamnya bertentangan.

Rocky kemudian mengatakan tidak ada orang yang Pancasilais di Indonesia, termasuk Presiden Jokowi. Dia menilai Jokowi hanya hafal Pancasila tapi tak memahaminya.

"Saya tidak Pancasilais, siapa yang berhak menghukum atau mengevaluasi saya? Harus orang yang Pancasilais, lalu siapa? Tidak ada tuh," ujar Rocky Gerung.

"Jadi sekali lagi, polisi Pancasila, presiden juga tak mengerti pancasila. Dia hafal tapi dia nggak ngerti. Kalau dia paham, dia nggak berutang, dia nggak naikin BPJS, kalau dia paham dia gak melanggar undang-undang lingkungan," tegasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani