• News

  • Peristiwa

Megawati: Kalau Mau Ganti Ideologi Pancasila, Silahkan Pindah Negara

 Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri
Netralnews/Martina Rosa
Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri menekankan pentingnya internalisasi nilai-nilai ideologi Pancasila. Terutama di tengah masih maraknya tantangan kebangsaan termasuk tantangan terhadap ideologi Pancasila.  

Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan 900-an ASN Kementerian Sosial, Presiden kelima itu juga menekankan pentingnya ASN menjaga Pancasila. Menurut Mega, Pancasila merupakan ideologi bangsa yang berakar pada nilai budaya asli Indonesia.  

"Karena itu, Bung Karno mengatakan, beliau adalah penggali Pancasila, bukan penemu. Karena nilai Pancasila sudah berakar kuat di bumi tanah air. Sekarang ini berkembang ideologi asing yang tidak sesuai dengan Pancasila,” kata dia, Senin (9/12/2019).

Kepada peserta, Mega menyatakan bila ASN merasa menjadi warga negara Indonesia, maka Pancasila harus jadi jati diri dan selalu berada dalam sanubari kita. Ia mengingatkan semua elemen masyarakat termasuk ASN Kementerian Sosial untuk tidak berpaling kepada ideologi asing.

Untuk itu, ASN perlu memahami dan menjiwai benar nilai-nilai Pancasila, sehingga tidak salah dalam menyikapi tantangan. Kemudian Mega menjelaskan tentang apa yang dimaksud dengan bela negara. 

Dia menyatakan, apakah bela negara berarti keberanian mati bunuh diri sebagaimana dilakukan teroris.

"Apakah bela negara berarti berani mati seperti teroris? Saya tidak habis pikir, bagaimana seorang ibu bisa bunuh diri bersama dengan anaknya yang masih balita?” katanya. 

Kepada ASN Kemensos, Mega mengingatkan bahwa Pancasila sudah terbukti dan diakui seluruh dunia, sebagai ideologi yang menjaga keberagaman dan toleransi.

“Kalau yang mau mengganti Pancasila dengan ideologi lain, silakan pindah (negara). Kalau mau mendirikan negara, kalau ingin mendirikan apa yang disebut negara kilafah, silakan pergi,” kata Mega.

Mega mengingatkan, bahwa konsep kilafah sudah berakhir sejak Turki modern berdiri tahun 1924. Menurut Mega, konsep negara kilafah tidak sesuai dengan sifat dan karakter bangsa Indonesia yang heterogen dan menjunjung tinggi beragaman. Selain itu salah satu aspek penerapan Pancasila adalah dengan keberanian menyatakan kebenaran.

“Misalnya, saya katakan bahwa Bung Karno bukan PKI. Kalau PKI kan tidak mungkin menjadi proklamator. Saya sebagai anaknya, berani membela, dia adalah pahlawan. Saya haqqul yaqin,” kata dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli