• News

  • Peristiwa

Agustinus Payong Ingatkan jika Larangan Ini Dilanggar, Perahu Akan Dibakar

Wakil Bupati (Wabup) Flores Timur, Agustinus Payong Boli
foto: istimewa
Wakil Bupati (Wabup) Flores Timur, Agustinus Payong Boli

KUPANG, NETRALNEWS.COM - Wakil Bupati (Wabup) Flores Timur, Agustinus Payong Boli, merasa geram dengan praktik bom ikan yang masih marak terjadi wilayah perairan kabupaten bagian paling timur Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur itu.

"Praktik pengeboman ikan yang masih marak dilakukan oknum-oknum nelayan itu sangat tidak terpuji. Ini sangat merugikan masa depan anak cucu kita yang mengandalkan laut sebagai sumber kehidupan," katanya ketika dihubungi Antara dari Kupang, Selasa (10/12/2019).

Dia mengatakan hal itu menanggapi praktik pengeboman ikan yang masih marak dilakukan oknum-oknum nelayan di wilayah Perairan Kabupaten Flores Timur.

Dia menjelaskan, setidaknya terdapat dua peristiwa praktik pengeboman ikan terjadi di wilayah perairan setempat dalam sepekan sebelumnya yang diungkap para petugas pengamanan laut.

Dua peristiwa tersebut terjadi pada waktu dan tempat yang berbeda di antaranya di Perairan Pantai Desa Ojan Detun, Kecamatan Wulanggitan pada Jumat (29/11) dan perairan sekitar Pelabuhan Feri Deri, Pulau Adonara pada Jumat (6/12).

Otoritas terkait dari Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDK) Kupang telah menetapkan tiga tersangka dalam dua peristiwa itu di antaranya berinisial MB dan MS serta ND.

Agustinus mengatakan, para tersangka saat ini sudah ditahan untuk diproses lebih lanjut secara hukum. "Dan setelah putusan pengadilan yang inkrah, sarana penunjang praktik pengeboman apakah sampan atau perahu dibakar sebagai efek jerah supaya praktik itu tidak dilakukan lagi."

Seperti dilansir Antara, ia menegaskan, "Harus ada langka tegas karena bom ikan secara sosiologis membunuh masa depan nelayan dan generasi kita yang membutuhkan ikan, selain itu merusak ekosistem laut yang seharusnya dirawat sebagai aset pariwisata kita."

Dia mengatakan, dirinya merasa heran praktik pengeboman ikan masih dilakukan oknum nelayan, padahal dalam berbagai pemerintah dan berbagai pihak terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terutama di wilayah pesisir.

Karena itu, lanjut dia, pemerintah daerah akan tetap berkoordinasi dengan pihak TNI Angkatan Laut setempat untuk memburu dan menangkap para pengebom ikan.

Editor : Taat Ujianto