• News

  • Peristiwa

Kemendes PDTT Kolaborasi Kembangkan Desain Desa Wisata Jadi Destinasi Baru

 Penganugerahan Penghargaan Pemenang Lomba Desa Wisata Nusantara 2019 di Tebing Breksi, Desa Sambirejo, Sleman, Yogyakarta, Selasa (10/12/2018).
Netralnews.com/Martina Rosa Dwi Lestari
Penganugerahan Penghargaan Pemenang Lomba Desa Wisata Nusantara 2019 di Tebing Breksi, Desa Sambirejo, Sleman, Yogyakarta, Selasa (10/12/2018).

YOGYAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menggelar Penganugerahan Penghargaan Pemenang Lomba Desa Wisata Nusantara 2019 di Tebing Breksi, Desa Sambirejo, Sleman, Yogyakarta, Selasa (10/12/2018).

Penganugerahan tersebut dilakukan dalam upaya memajukan sektor pariwisata di desa-desa. 

Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Taufik Madjidmengatakan sektor pariwisata merupakan satu entitas yang penting untuk kemajuan ekonomi di desa, yang menjadikan desa menjadi basis tulangpunggung ekonomi di masa akan datang. 

"Ini adalah satu upaya untuk terus mamajukan sektor pariwisata di desa-desa sebagai satu entitas yang penting untuk kemajuan ekonomi, itu orientasi pertama. Kedua, kita ingin memberikan penghargaan dan apresiasi kepada seluruh pemerintah daerah baik kabupaten/kota, dan khususnya pemerintah desa berkomitmen untuk memajukan desanya terutama mengembangkan desa-desa wisata," ujar dia.

Pernyataan tersebut disampaikan Taufik saat memberikan pengarahan pada acara Penganugerahan penghargaan pemenang Lomba Desa Wisata Nusantara 2019 di Tebing Breksi, Desa Sambirejo, Sleman, Yogyakarta.

Taufik menegaskan, Kemendes PDTT akan terus bersama dan kolaboratif dengan kementerian/lembaga lain, pemerintah daerah, dan akan terus mendesain satu bentuk pengembangan desa wisata sebagai satu bentuk destinasi baru. 

Hal ini sejalan dengan visi misi Presiden yang ditindaklanjuti Mendes PDTT yaitu memajukan dan menciptakan desa-desa wisata penyangga di lima daerah superprioritas pengembangan wisata dan 10 destinasi Bali-bali baru.

Tantangan desa wisata menurutnya, di tata kelola dan SDM. Maka Kemendes PDTT akan menyelenggarakan bentuk-bentuk pelatihan melalui balai-balai yang dimiliki kementerian dan bekerjasama dengan pegiat-pegiat sadar wisata untuk untuk peningkatan SDM kelola desa wisata. Kemudian, keterbatasan infrastruktur dan akses akan terus kolaborasi dengan pemerintah daerah.

"Basisnya di desa pariwisata karena yang paling cepat menyerap tenaga kerja dan paling cepat memutar roda perekonomian di desa. Berharap kedepannya dapat direplikasi desa-desa lain seluruh pelosok nusantara. Karena desa wisata ini merupakan salah satu instrumen percepatan ekonomi di desa," jelasnya

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati